Tumpukan Sampah Bisa jadi Bencana, Prabowo Dorong Proyek 'Waste to Energy'

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 13 Januari 2026 11:54 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa permasalahan sampah di kota-kota Indonesia perlu segera diatasi, jika tidak ingin menjadi bencana.

"Kita butuh sekarang membersihkan sampah kita dari kota-kota kita. Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana," ujar Prabowo dalam pidatonya di acara peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Sebagai langkah konkret, pemerintah kini mendorong proyek pengelolaan sampah menjadi listrik atau ‘Waste to Energy’. Proyek ini rencananya akan dimulai di 34 titik, dan tender untuk proyek tersebut akan segera dibuka.

"Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik. Kita sekarang akan mulai 34 proyek tendernya dibuka mungkin hari-hari ini. Tapi ini butuh waktu 2 tahun sampai berfungsi," tuturnya.

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah juga akan memulai 6-11 proyek hilirisasi dalam beberapa pekan ke depan.

Ia mengungkapkan, Indonesia akan mendapatkan investasi besar dari luar negeri untuk mendukung proyek hilirisasi. "Nilainya adalah kurang lebih US$6 miliar. Dan kita juga akan menerima investasi besar-besaran dari luar. Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk," ucap Prabowo.

Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan proyek 'Waste to Energy' masuk pada proses penjaringan investor. Ia menambahkan bahwa sekitar 240 calon investor berminat berinvestasi pada program tersebut.

"Kita minggu depan itu kita akan buka untuk proses bidding-nya. Bidding-nya, maksudnya masukkan penawarannya ya. Itu mulai proses kita memberikan data dan penawaran itu kita mulai minggu depan. Karena dari tujuh itu memang kesediaan lahannya kan sudah ada," ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Tumpukan Sampah di Tangsel Jadi Sorotan

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu daerah yang menghadapi masalah penumpukan sampah. Tumpukan tersebut sempat berjejer di Pasar Cimanggis, Jalan Raya Otista, Kecamatan Ciputat, sebelum akhirnya diangkut hingga selesai pada Kamis (8/1/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah menumpuk di pintu masuk Pasar Cimanggis dari arah Pamulang, sementara area pembuangan sampah yang biasanya digunakan tidak berserakan.

Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Selama periode tersebut, sampah akan dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, sambil menunggu proses di TPAS Cilowong, Kota Serang.

Topik:

prabowo-subianto sampah waste-to-energy