Bahlil Bongkar Drama Megaproyek RDMP Rp 123 T di Depan Prabowo
Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membongkar sisi dramatis di balik megaproyek kilang Balikpapan. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bahlil mengungkap, proyek kilang terintegrasi ini seharusnya selesai pada Mei 2024. Namun, karena ada pihak-pihak yang tidak menginginkan proyek ini berlangsung lancar, ia menyebutkan ada bagian dari fasilitas kilang yang dibakar.
"Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan banyak dramanya, kenapa? Seharusnya sudah jadi tahun awal bulan, awal Mei 2024. Tapi ini, Pak, terbakar. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain," jelas Bahlil dikutip dari YouTube Kementerian ESDM, Senin (12/1/2026).
Bahlil kemudian memerintahkan tim Kementerian ESDM melakukan investigasi, dan hasilnya menunjukkan masih ada pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia memiliki cadangan minyak sendiri.
"Ternyata barang ini, Pak, ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dan kita selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi, Pak," katanya.
Menteri ESDM itu juga menekankan bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan investasi US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun. Proyek ini akan menghasilkan 360 ribu barel minyak per hari dari sebelumnya yang hanya 260 ribu barel.
"Yang sekarang sudah menuju kepada setara dengan Euro 5 dan ini menuju kepada net zero emission. Nah, ini ada yang bagus, Pak Presiden. Jadi dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih sekitar Rp 60 triliun lebih, karena dia bisa menambah 100 ribu barel. Dengan bensin itu kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun," tutur Bahlil.
"Konsumsi bensin kita sekarang 38 juta kiloliter per tahun. Produksi dalam negeri kita itu 14,25 juta, dengan penambahan 5,8 juta, maka impor kita terhadap bensin itu tinggal 19 juta kiloliter," pungkas Bahlil.
Topik:
bahlil-lahadalia kilang-balikpapan psn rdmpBerita Selanjutnya
Biaya Meroket, Pengembang Minta Pemerintah Kaji Ulang Harga Rumah Subsidi
Berita Terkait
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Hari Ini, Nilai Investasi Tembus Rp123 Triliun
12 Januari 2026 08:20 WIB
Investasi ESDM Anjlok, Terutama di Sektor Listrik: Bahlil Siap Gelar Rapat dengan PLN
8 Januari 2026 14:27 WIB
Prabowo Soroti 5.700 Desa Tanpa Listrik, Bahlil Diminta Bertindak Cepat
7 Januari 2026 09:55 WIB