Kapal Nelayan Numpuk di Muara Angke, Polairud Polda Metro Turun Tangan
Jakarta, MI - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya mulai menertibkan penumpukan kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, sejak Sabtu (31/1/2026). Langkah ini diambil demi keselamatan sekaligus memastikan jalur pelayaran tetap lancar.
“Penertiban ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan bersama. Alur pelayaran Muara Angke merupakan jalur penting bagi nelayan, sehingga harus tetap terbuka dan aman,” ujar Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa, dikutip Minggu (1/2/2026).
Hal senada disampaikan Kasubdit Patroli Polairud Polda Metro Jaya AKBP M Helmi Wibowo. Ia menjelaskan, penertiban difokuskan pada kapal-kapal yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran.
“Kapal-kapal yang berpotensi menghambat arus diminta segera dipindahkan serta diingatkan untuk rutin memeriksa kondisi teknis kapal,” katanya.
Ia mengatakan, jalur pelayaran di Pelabuhan Muara Angke saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Ia juga mengimbau seluruh pengguna jasa pelabuhan mematuhi aturan sandar kapal demi kelancaran dan keselamatan pelayaran.
Saat ini, Pelabuhan Muara Angke dipenuhi ribuan kapal nelayan, jumlahnya jauh melampaui kapasitas ideal. Padatnya kapal membuat ruang gerak semakin sulit sehingga menghambat nelayan mencari ikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai, kepadatan di Muara Angke terjadi karena banyak nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk. Alhasil, kapal-kapal mereka terpaksa diparkir di pelabuhan.
"Pelabuhan kita di Muara Angke itu daya tampungnya itu antara 400 sampai dengan 500 kapal, dan sekarang ini karena kondisi cuaca maka banyak kapal yang tidak melaut, dan sebagian besar kemudian diparkir di tempat itu," jelas Pramono di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) berencana meningkatkan kapasitas Pelabuhan Muara Angke meski terbatas.
"Pemerintahan DKI Jakarta segera memperluas pelabuhan yang ada di tempat itu, dengan menambah kapasitas mudah-mudahan akan bisa kita bangun dalam waktu dekat ini untuk menambah sampai dengan 500 atau 600 kapal," imbuhnya.
Ia menilai, padatnya kapal di Muara Angke juga dipicu banyaknya izin kapal yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Saat ini, jumlah kapal berizin sudah menembus lebih dari 2.500 unit, sehingga kapasitas Pelabuhan Muara Angke menjadi tidak memadai jika parkir dalam satu waktu.
Karena itu, Pramono meminta pemerintah pusat menahan diri untuk tidak menambah izin kapal baru. Menurutnya, penambahan izin akan memperberat beban pelabuhan.
"Kalau kemudian izin kapalnya ditambah terus lebih dari sekarang ini 2.500 itu pasti akan menjadi beban bagi orang-orang," pungkas Pramono.
Topik:
kapal-nelayan pelabuhan-muara-angke ditpolairud-polda-metro-jaya