Geledah Kantor Shinhan Sekuritas, Bareskrim Dalami Kasus IPO Saham PIPA
Jakarta, MI - Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas yang berlokasi di lantai 50 Lot 9 Gedung Equity Tower, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (MML) dengan kode saham PIPA dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Salah satu temuan utama adalah valuasi aset perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ade Safri saat ditemui di Gedung Equity Tower.
Ia menjelaskan, dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO), PT MML berhasil menghimpun dana sekitar Rp97 miliar dengan PT Shinhan Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter)..
Penggeledahan di kantor Shinhan Sekuritas dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan proses IPO tersebut, mengingat peran strategis perusahaan sekuritas itu sebagai underwriter PT MML.
Ade Safri menambahkan, penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan perkara tindak pidana pasar modal yang sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dan menjerat dua terpidana.
Keduanya adalah MBP, mantan Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 PT BEI yang telah diberhentikan, serta J yang menjabat sebagai Direktur PT MML.
Seiring berjalannya pengembangan perkara, Bareskrim Polri kembali menetapkan tiga tersangka baru.
Mereka adalah BH, mantan staf Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP3 PT BEI, DA selaku financial advisor, serta RE sebagai project manager PT MML dalam proses IPO.
"Penetapan ketiga tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang sudah inkrah," kata Ade Safri.
Topik:
saham-pipa shinhan-sekuritas multi-makmur-lemindo ipo-pipa bareskrimBerita Sebelumnya
Efek Aturan Baru Free Float, OJK Buka Opsi Revisi Target IPO di 2026
Berita Selanjutnya
Waspada Saham Gorengan, Ini Penjelasan dan Tips dari Mirae Asset
Berita Terkait
Senin, Bareskrim Umumkan Status Hukum Lisa Mariana Terkait Laporan Ridwan Kamil
19 Oktober 2025 10:56 WIB
Soroti Perkembangan Kasus Pagar Laut, Mahfud MD: Sekarang Kasusnya Hilang
10 Agustus 2025 12:20 WIB