Prabowo Gerah Lihat Spanduk Raksasa di Kota: Tertibkan!

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 3 Februari 2026 16 jam yang lalu
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian serius terhadap kebersihan dan keindahan kota. Hal itu ia sampaikan saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menggagas Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan.

Salah satu fokus utama dalam Gerakan ASRI adalah penertiban baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu keindahan kota. Prabowo mengaku risih dengan maraknya baliho dan spanduk berukuran besar yang tersebar di berbagai daerah dan menutupi pemandangan kota.

Pengalaman tersebut dirasakan Prabowo saat berkunjung ke sejumlah daerah. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ia melihat spanduk-spanduk besar yang mencolok di sepanjang jalan. Kondisi serupa bahkan ia temui ketika dalam perjalanan kembali ke kediamannya di Hambalang, Bogor.

“(Ada spanduk bertuliskan) 'ayam goreng, pesen satu dapat satu free’, Kenapa harus besar-besar sih? Turis dateng nggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) lebih senang di Bogor daripada di Jakarta,” ujar Prabowo.

Berangkat dari hal itu, Prabowo meminta jajarannya untuk menertibkan baliho dan spanduk yang mengganggu keindahan kota tersebut. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan dialog dengan para pelaku usaha.

Prabowo meminta jajaran pemerintah daerah berkomunikasi dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta asosiasi pengusaha lainnya untuk duduk bersama membahas langkah penertiban.

Dia menegaskan, jalan-jalan protokol seharusnya bebas dari iklan yang merusak keindahan kota. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kabel listrik yang dinilai semrawut dan perlu penataan lebih rapi.

"Orang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin melihat (spanduk) Kentucky Fried Chicken besar-besar. (Spanduk) McDonald’s di jalan-jalan protokol. Ditertibkanlah, ajak bicara baik-baik,” pungkasnya.

Topik:

prabowo-subianto spanduk baliho