Prabowo Wanti-wanti Eks Pimpinan BUMN: Siap-siap Dipanggil Kejaksaan!

Albani Wijaya
Albani Wijaya
Diperbarui 3 Februari 2026 15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para mantan pimpinan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar bertanggung jawab apabila terbukti menimbulkan kerugian negara selama masa jabatan mereka.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung pengelolaan kekayaan negara yang kini dikonsolidasikan dalam satu manajemen melalui skema Sovereign Wealth Fund (SWF). 

"Sovereign Wealth Fund, saya telah mengimbau semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen. Satu yang nilainya adalah US$ 1 triliun. Lengkapnya adalah US$ 1.040 miliar aset under management," kata Prabowo.

Prabowo menyoroti besarnya jumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya dikelola secara terpisah. Ia menyebut kondisi tersebut menyulitkan pengawasan dan membuka celah inefisiensi.

"Tadinya 1.040 perusahaan, bayangkan tidak? Siapa yang bisa mengelola 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab," tuturnya. 

Presiden juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti apabila ditemukan dugaan pelanggaran hukum yang merugikan negara.

"Enak kamu, siap-siap kamu dipanggil kejaksaan," tegasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi pihak-pihak yang mencoba menantang upaya pembenahan tata kelola BUMN.

"Oh iya? Ya tunggu saja panggil-panggilan. Kamu jangan tantang saya. Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar," ujarnya.

Topik:

Presiden Prabowo BUMN Eks Pimpinan BUMN