Jelang Ramadan, Sherly Tjoanda Tebar Seribu Kupon Sembako Murah di Kota Ternate

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 13 Februari 2026 6 jam yang lalu
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda (Foto: Dok MI/Jainal Adaran)
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda (Foto: Dok MI/Jainal Adaran)

Ternate, MI - Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, resmi meluncurkan program pasar murah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan yang dipusatkan di kawasan Perikanan Bastiong Kota Ternate ini disambut antusias ratusan warga yang ingin mendapatkan paket sembako bersubsidi pada, Jumat (13/2/2026). 

Program tahunan yang digagas Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe ini menjadi simbol kehadiran nyata Pemerintah dalam membantu masyarakat kecil, terutama di tengah tekanan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Dalam sambutannya, Sherly Tjoanda menjelaskan pasar murah merupakan agenda rutin pemerintah provinsi yang akan dilaksanakan di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara, program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Pemprov Malut telah menyalurkan sebanyak 50 ribu paket sembako murah di seluruh kabupaten/kota, sementara pada awal tahun ini, sekitar seribu kupon sembako murah disediakan untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Ternate menjelang bulan suci Ramadan, program ini akan terus digelar hingga akhir tahun.

“Pada tahun 2025 lalu, Pemprov Maluku Utara menyalurkan sekitar 50 ribu paket sembako murah. Hari ini sekitar seribu kupon kami bagikan untuk masyarakat Kota Ternate menjelang Ramadan, pasar murah akan digelar di awal dan akhir bulan,” ujar Sherly.

Program sembako murah ini menyasar masyarakat berdasarkan kategori desil satu hingga empat, data penerima bersumber dari Dinas Sosial, kecamatan, dan kelurahan setempat agar penyalurannya tepat sasaran.

Kepala Dinas Pangan Malut, Deny Chan, menjelaskan satu paket sembako berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Jika mengacu harga pasar, nilai paket mencapai sekitar Rp180 ribu, namun dijual kepada masyarakat seharga Rp50 ribu.

“Di wilayah Halmahera, harga bahan pokok bahkan bisa lebih tinggi. Karena itu, program ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

Total bahan pokok yang disiapkan pada tahap awal mencapai sekitar 9 ton, terdiri atas 5 ton beras, 2 ton gula pasir, dan 2 ton minyak goreng, penyaluran ini merupakan tahap perdana menjelang Ramadan dan akan dilanjutkan dalam rangkaian Safari Ramadan Pemprov Malut.

Selain meluncurkan pasar murah, Gubernur Sherly juga menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada para pengusaha speedboat rute Ternate–Sofifi sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan transportasi laut.

Sherly mengungkapkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Bank Indonesia, inflasi Maluku Utara pada Januari–Februari 2026 tercatat sekitar 4,8 persen secara tahunan, dengan kenaikan Januari ke Februari sekitar 1,4 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi.

“Kenaikan harga ikan yang dipengaruhi faktor cuaca menjadi salah satu penyumbang inflasi, kemungkinan setelah cuaca membaik, harga akan kembali stabil,” tutupnya.

Topik:

Muluku Utara Gubernur Malut Sherly Tjoanda