Sarjana untuk Semua, Sherly Tjoanda Komitmen Bantu 58 Ribu Keluarga di Malut
Sofifi, MI – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk program beasiswa bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Maluku Utara.
Program beasiswa ini difokuskan untuk 58 ribu Kepala Keluarga (KK) yang masuk kategori masyarakat miskin ekstrem dan belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana. Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan setiap Kepala Keluarga di Maluku Utara memiliki setidaknya satu lulusan perguruan tinggi.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Biro Kesejahteraan Rakyat Maluku Utara, Boas Lana, menjelaskan bahwa alokasi anggaran Rp5 miliar tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang ingin melanjutkan studi pada tahun ini. Namun, hingga saat ini belum ditetapkan apakah beasiswa hanya diberikan untuk jenjang strata satu (S1) atau juga mencakup strata dua (S2) dan strata tiga (S3).
“Tahun ini dianggarkan Rp5 miliar untuk beasiswa bagi masyarakat kurang mampu. Penerimaan beasiswa belum ditetapkan apakah hanya untuk S1 atau juga S2 dan S3,” ujar Boas Lana saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Boas juga menyampaikan bahwa kuota penerima beasiswa belum ditentukan. Penetapan kuota masih mengacu pada usulan semester genap tahun 2025 yang telah diajukan, serta menunggu proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 pada semester genap.
“Belum ada kuota yang ditetapkan. Penentuan kuota akan menunggu penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 pada semester genap,” jelasnya.
Dalam arahannya, Gubernur Sherly Tjoanda menekankan agar penyaluran beasiswa dilakukan berdasarkan sistem desil agar tepat sasaran. Penentuan penerima beasiswa akan dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Maluku Utara.
“Ibu Gubernur mengarahkan agar penerimaan beasiswa ditentukan berdasarkan desil yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan,” ungkap Boas.
Selain itu, Gubernur juga menegaskan agar program beasiswa ini difokuskan kepada 58 ribu Kepala Keluarga yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana. Dengan program tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan signifikan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
“Ibu Gubernur mengarahkan agar penerimaan beasiswa difokuskan untuk 58 ribu Kepala Keluarga yang belum memiliki gelar sarjana, sehingga setiap keluarga di Maluku Utara memiliki lulusan perguruan tinggi,” pungkasnya. (Jainal Adaran)
Topik:
Beasiswa Pendidikan Maluku Utara Sherly Tjoanda Miskin Ekstrem Sarjana Pemprov MalutBerita Sebelumnya
Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Berita Selanjutnya
Pembangunan Kantor Nakertrans Belum Rampung Diduga Bermasalah
Berita Terkait
Abubakar Abdullah Tancap Gas, Akses Merata dan Mutu Pendidikan jadi Prioritas
6 jam yang lalu
Permendikdasmen 25/2025 Resmi Berlaku, Manajemen Talenta Murid Diperkuat dari Sekolah hingga Nasional
2 Februari 2026 11:31 WIB