4 WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kemlu Koordinasi Penyelamatan

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 13 Januari 2026 13:54 WIB
Bajak Laut Serang Kapal di Gabon, 4 WNI Disandera (Foto: Ist)
Bajak Laut Serang Kapal di Gabon, 4 WNI Disandera (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi insiden pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, pada 11 Januari 2026. Dari 12 awak kapal, sembilan dilaporkan diculik, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, berhasil selamat dan tetap berada di kapal. 

⁠"Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 di antaranya adalah WNI. Sementara, 3 awak lainnya (2 di antaranya WNI) saat ini dalam kondisi aman, dan tetap berada di kapal yang sama," kata Heni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).

Heni menegaskan bahwa Angkatan Laut Gabon saat ini sedang memburu pelaku pembajakan. "Pasukan AL Gabon tengah memburu para pelaku," ujarnya.

Sementara itu, tiga awak kapal yang selamat, sedang dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon, oleh Angkatan Laut Gabon untuk pengamanan lebih lanjut.

"Tiga awak kapal (termasuk 2 WNI) yang berada di kapal IB FISH 7 telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, ibu kota Gabon," ucapnya.

Setelah menerima laporan pembajakan, Heni memastikan Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahan/agen kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik.

Selain itu, Kemlu juga mendapatkan informasi terbaru terkait kesehatan WNI ABK dan menjamin hak-hak ketenagakerjaan mereka serta keluarga tetap terpenuhi.

"⁠Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini," pungkasnya.

Topik:

bajak-laut gabon penculikan wni kemlu