KRAS Jaminkan Aset Rp13,9 T demi Amankan Pinjaman dari Danantara
Jakarta, MI - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengagunkan aset senilai Rp13,94 triliun atau lebih dari 50% kekayaan bersih perusahaan, untuk menjamin pinjaman pemegang saham (shareholder loan) hingga Rp4,93 triliun dari Danantara. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan menyehatkan perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, penjaminan aset tersebut dilakukan pada 8 Januari 2026. Penjaminan ini berkaitan langsung dengan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham tertanggal 19 Desember 2025, yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Desember 2025.
Penjaminan itu dilakukan melalui empat instrumen hukum, yakni fidusia atas persediaan, fidusia atas tagihan, gadai rekening, serta hak tanggungan. Total nilai aset yang dijaminkan mencapai Rp13.944.314.400.000.
Dari sisi pembiayaan, Danantara menyediakan fasilitas shareholder loan dengan nilai maksimal Rp4.935.055.000.000 atau setara sekitar US$295 juta. Fasilitas ini terdiri atas pinjaman modal kerja sebesar Rp4.182.250.000.000 dengan tenor minimal lima tahun, serta pinjaman Rp752.805.000.000 dengan tenor minimal enam tahun.
Sebagian dana pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan, sedangkan sisanya digunakan untuk membiayai Program Pengunduran Diri Secara Sukarela (Golden Handshake) dan Program Penyehatan Dana Pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme Lump Sum Window.
Manajemen KRAS menjelaskan bahwa langkah restrukturisasi dan pengajuan fasilitas pinjaman pemegang saham dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha perseroan.
Perseroan menegaskan, pengagunan aset tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum maupun kelangsungan usaha.
Berdasarkan laporan hingga September 2025, total aset KRAS tercatat sebesar US$2,82 miliar atau setara Rp47,43 triliun (kurs Rp16.821), sedikit menurun dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebesar US$2,89 miliar.
Aset tersebut terdiri dari liabilitas senilai US$2,32 miliar atau sekitar Rp39,02 triliun, sementara ekuitas perusahaan tercatat hanya sebesar US$490,69 juta atau setara Rp8,26 triliun.
Topik:
krakatau-steel kras danantaraBerita Sebelumnya
Update Harga BBM Pertamina Akhir Pekan, 10 Januari 2026
Berita Selanjutnya
Salah Kelola Vaksin HPV, BPK Sebut Bio Farma Bebani Keuangan Negara Rp20,7 M
Berita Terkait
OJK-SRO Paparkan Solusi ke MSCI, Fokus Transparansi dan Likuiditas Pasar
2 Februari 2026 22:08 WIB
Pandu Sjahrir soal Saham Gorengan: Jangan hanya Salahkan Pemainnya
2 Februari 2026 12:28 WIB
Pandu Sjahrir: Demutualisasi BEI Tidak Picu Konflik Kepentingan dan Tetap Independen
2 Februari 2026 07:51 WIB