Usai Terpukul Berat, Krakatau Steel Perlahan Bangkit

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 4 Februari 2026 2 jam yang lalu
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)  (Foto: Dok MI)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria membeberkan kondisi terbaru PT Krakatau Steel Tbk (Persero) (KRAS). Ia menyebut, kesehatan finansial perusahaan pelat merah itu kini menuju fase pemulihan dan bergerak menuju sehat.

"Krakatau steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial," kata Dony dalam Raker dan RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Menurut Dony, perbaikan tersebut tak lepas dari langkah transformasi yang tengah dijalankan Danantara terhadap Krakatau Steel. 

Ia mengatakan bahwa pembenahan dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari intervensi keuangan, operasional, hingga tata kelola perusahaan.

"Danantara sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap perusahaan kita perusahaan kita krakatau steel," ujar Dony.

Danantara Suntik Dana Rp4,9 Triliun ke Krakatau Steel

Sebagai informasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memperoleh dukungan pendanaan dari PT Danantara Aset Management (Persero) atau DAM selaku pemegang saham, melalui skema shareholder loan senilai Rp4,9 triliun. Pendanaan ini dirancang untuk mendukung proses restrukturisasi dan penyehatan kinerja perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman itu ditujukan untuk memperkuat likuiditas Krakatau Steel. Dana tersebut dipakai untuk modal kerja sebesar Rp 4,18 triliun dan program pengunduran diri sukarela melalui skema golden handshake (GHS) serta penyehatan dana pensiun sebesar Rp 752,8 miliar.

Dana modal kerja akan digunakan untuk pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), pabrik Cold Rolled Coil (CRM), dan mendukung pemenuhan bahan baku pabrik pipa. Sementara untuk program GHS dan penyehatan dana pensiun akan dilakukan menggunakan mekanisme Lump Sum Window.

"Transaksi ini sangat dibutuhkan oleh Perseroan untuk mendukung pemulihan bisnis baja pasca penyelesaian perbaikan HSM serta menjaga keberlanjutan program Restrukturisasi Utang yang telah efektif pada Oktober 2025. Dukungan pendanaan ini menjadi sangat krusial agar kegiatan operasional dapat berjalan secara optimal sesuai rencana," tulis Manajemen Krakatau Steel dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, pada Rabu (24/12/2025).

Lebih lanjut, pada tanggal 19 Desember 2025,Krakatau Steel meneken perjanjian Pemegang Saham dengan DAM. Total nilai transaksi mencapai Rp4,9 triliun yang terbagi dalam dua skema tenor. Pertama, pinjaman dana kerja sebesar Rp 4,18 triliun dengan tenor minimal 5 tahun. Kedua, pinjaman sebesar Rp 752,8 miliar dengan tenor minimal 6 tahun.

"Dengan adanya dukungan pendanaan melalui Pinjaman Pemegang Saham, Perseroan akan memiliki likuiditas yang lebih kuat, sehingga mampu menjalankan kegiatan operasional secara lebih optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk Perseroan," tuturnya.

Topik:

krakatau-steel kras restrukturisasi-utang danantara