Danantara Dorong Percepatan Demutualisasi BEI, BEI Siap Masuki Fase Baru

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 1 Februari 2026 21:59 WIB
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok. MI)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara angkat bicara mengenai percepatan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dinilai akan membawa BEI memasuki fase baru dalam pengelolaan dan pengembangan pasar modal nasional.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menjelaskan, demutualisasi akan mengubah struktur BEI dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi entitas komersial yang berorientasi pada laba.

Menurut Pandu, transformasi ini juga akan mengubah struktur kepemilikan BEI. Jika saat ini BEI dimiliki oleh perusahaan sekuritas sebagai anggota bursa, ke depan BEI berpotensi menjadi perusahaan terbuka (Tbk) sehingga kepemilikannya dapat melibatkan publik maupun investor institusi.

"Peran OJK tetap sebagai regulator yang mengatur dan mengawasi pasar. Sementara itu, pemegang saham akan fokus pada pengembangan nilai perusahaan dan peningkatan profitabilitas," kata Pandu di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Dalam rencana tersebut, Danantara diproyeksikan memiliki peran strategis. 

Pandu menyebut Danantara berpeluang menjadi pemegang saham utama, sejalan dengan praktik di berbagai negara yang melibatkan sovereign wealth fund domestik dalam kepemilikan bursa, seperti Temasek di Singapura.

Danantara masuk saham di BEI

Pandu menegaskan, Danantara telah mulai berinvestasi di pasar modal sejak akhir Desember 2025. 

Seluruh aktivitas investasi, lanjut Pandu, dijalankan melalui manajer investasi yang telah ditunjuk, tapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik.

"Danantara sudah aktif berinvestasi di pasar modal sejak Desember 2025," terang Pandu.

Danantara akan menyasar ke saham-saham emiten yang dinilai layak dikoleksi dengan baik. Kriteria saham yang akan dibeli Danantara adalah memiliki likuiditas yang baik, fundamental perusahaan yang kuat, prospek pertumbuhan, serta arus kas yang sehat.

"Kami mengarahkan manajer investasi untuk membeli saham dengan pertumbuhan yang baik, fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan arus kas yang sehat," ungkap Pandu.

Pandu mengaku, aksi investasi Danantara tidak bersifat sementara, melainkan dilakukan secara berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan.

"Kami akan terus masuk ke pasar modal. Mulai Senin (2/2/2026) hingga beberapa hari ke depan, kami akan berinvestasi secara konsisten," jelas Pandu.

Topik:

danantara demutualisasi-bei bei