BEI: Diskusi dengan MSCI Digelar Setiap Pekan hingga Menjelang Mei 2026

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 3 Februari 2026 17 jam yang lalu
Ilustrasi BEI. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI – Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memastikan komunikasi antara otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan terus berlanjut secara intensif.

Ke depan, diskusi tersebut akan dilakukan melalui pertemuan teknis rutin yang digelar setiap minggu hingga beberapa bulan mendatang. Pertemuan ini direncanakan berlangsung sampai menjelang evaluasi MSCI pada Mei 2026.

"Setelah pertemuan awal, akan ada pertemuan teknis rutin setiap minggu, sampai sebelum batas waktu yang telah ditetapkan MSCI di bulan Mei," ujar Jeffrey di Gedung BEI, dikutip Selasa (3/2/2026).

Jeffrey menjelaskan, dalam pertemuan awal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyampaikan sejumlah usulan untuk merespons kekhawatiran MSCI terkait aspek investability, khususnya likuiditas dan transparansi pasar.

Dari pertemuan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi kesimpulan, yakni:

  • Penambahan klasifikasi subtipe investor dari 9 kategori menjadi 27 kategori.
  • Pembukaan pengungkapan kepemilikan saham untuk porsi kepemilikan sebesar 1 persen atau lebih.
  • Peningkatan batas minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Dia menambahkan, pertemuan mingguan ini akan difokuskan pada pembahasan teknis, terutama mengenai metodologi perhitungan free float guna meningkatkan likuiditas pasar, serta penguatan metodologi transparansi pasar.

"Targetnya, seluruh pembahasan ini dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu evaluasi MSCI di bulan Mei," tegas Jeffrey.

Dalam pertemuan dengan MSCI tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara juga turut hadir sebagai perwakilan investor. Namun demikian, Jeffrey menegaskan bahwa Danantara tidak terlibat dalam proses negosiasi.

"Hari ini, Danantara hanya menyampaikan concern kepada MSCI," pungkasnya.

Topik:

msci bei