MSCI Apresiasi Respons Cepat Indonesia Terkait Transparansi di Pasar Modal Indonesia

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 2 Februari 2026 22:43 WIB
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komsioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komsioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Jakarta, MI - Pertemuan strategis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), Danantara Indonesia, dan penyedia indeks global MSCI menghasilkan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. 

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komsioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan dalam pertemuan itu MSCI mengapresiasi respons cepat regulator Indonesia dalam menindaklanjuti isu transparansi dan likuiditas yang menjadi perhatian investor global.

"MSCI menilai komitmen regulator Indonesia sangat jelas, terutama dalam percepatan peningkatan transparansi dan perbaikan likuiditas pasar," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).

Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan langkah-langkah yang dipaparkan Indonesia sejalan dengan perhatian utama MSCI, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham dan peningkatan free float.

Hasan merinci tiga komitmen utama yang disampaikan Indonesia untuk mendekati standar internasional, yaitu:

  • Peningkatan transparansi kepemilikan saham
    OJK akan memperluas pengungkapan struktur pemegang saham, dari sebelumnya hanya di atas 5% menjadi di atas 1%.
  • Perincian klasifikasi investor
    Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memperluas klasifikasi investor dari 9 kategori menjadi 27 subkategori untuk memperjelas beneficial ownership.
  • Peningkatan porsi free float
    Batas minimum saham publik akan dinaikkan secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%.

Hasan menambahkan, OJK bersama SRO berkomitmen untuk menyampaikan pembaruan secara berkala terkait implementasi reformasi tersebut. MSCI juga menyatakan kesediaannya memberikan panduan teknis (technical guidance) terkait metodologi penilaian pasar modal Indonesia.

Topik:

ojk msci friderica-widyasari-dewi hasan-fawzi