Skandal Ijon Proyek Bekasi Dibongkar KPK, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Ikut Diperiksa

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 15 Januari 2026 11:58 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono (Foto: Wikipedia)
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono (Foto: Wikipedia)

Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menekan lingkar kekuasaan di Bekasi. Lembaga antirasuah itu memanggil dan memeriksa sejumlah saksi kunci dalam perkara dugaan suap ijon proyek yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang. Salah satu nama yang diseret ke ruang pemeriksaan adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menegaskan pemeriksaan pada Kamis (15/1/2026) difokuskan untuk membongkar praktik kotor suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Hari ini KPK memeriksa saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,” ujarnya, singkat namun tegas.

Tak hanya Ono Surono, penyidik juga memanggil tujuh saksi lain dari kalangan pejabat teknis hingga pejabat pembuat komitmen proyek infrastruktur. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya menelusuri aliran uang dan pola permainan proyek yang diduga telah dikondisikan sejak awal.

Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka: Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang, serta pihak swasta Sarjan. Ketiganya diduga kuat terlibat dalam praktik penerimaan uang ijon proyek dengan nilai fantastis, mencapai Rp 9,5 miliar.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan proyek yang “dijual” tersebut baru direncanakan dikerjakan pada 2026. Uang yang diserahkan diduga sebagai uang muka untuk mengamankan proyek sejak dini. “Total ijon yang diberikan SRJ kepada ADK dan HMK sebesar Rp 9,5 miliar, diserahkan dalam empat tahap melalui sejumlah perantara,” ungkap Asep.

Kasus ini menegaskan dugaan bahwa praktik jual-beli proyek masih menggerogoti pemerintahan daerah, dengan kekuasaan dijadikan komoditas dan anggaran publik sebagai bancakan. KPK memastikan penyidikan akan terus diperluas untuk menjerat siapa pun yang terlibat.

Topik:

KPK Korupsi Suap Proyek Ijon Proyek Bekasi Bupati Bekasi PDIP Ono Surono Ade Kuswara Kunang Mafia Proyek Politik dan Korupsi