Tender Waste to Energy Danantara Diminati 24 Perusahaan Global, Ada dari Prancis hingga Jepang

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 16 Februari 2026 3 jam yang lalu
Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Dok MI)
Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Program Waste-to-Energy (WtE) bentukan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi memasuki tahap tender dengan partisipasi 24 perusahaan internasional berpengalaman.

Seluruh peserta yang lolos diwajibkan membentuk konsorsium, sebagai bagian dari skema pengembangan proyek agar lebih kuat dari sisi teknologi, pembiayaan, dan tata kelola.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman menegaskan, pembentukan konsorsium tidak hanya ditujukan untuk kerja sama bisnis, tetapi juga mendorong alih teknologi kepada perusahaan lokal dan pemerintah daerah. Pada tahap awal, pengembangan WtE diprioritaskan di Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.

"Proses tender ini menekankan tata kelola yang kuat sejak awal, termasuk pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko," kata dia dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).

Dari 24 peserta, tiga perusahaan besar asal Prancis, Tiongkok, dan Jepang mencuri perhatian berkat rekam jejak globalnya di sektor energi dan lingkungan:

  • Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis)

Anak usaha grup Veolia yang beroperasi di 50 negara ini aktif di Indonesia melalui PT Veolia Services Indonesia. 

Veolia mengelola pabrik daur ulang PET berkapasitas 25.000 ton per tahun di Pasuruan dan memproduksi PET food grade bersertifikat halal. Perusahaan juga bermitra dengan Danone-AQUA dalam pengurangan sampah plastik nasional.

  • China Conch Venture Holding Limited (Tiongkok)

Berbasis di Wuhu, Anhui, perusahaan ini fokus pada pelestarian energi dan perlindungan lingkungan, dengan WtE sebagai bisnis utama. 

Conch Venture memiliki solusi insinerasi limbah untuk menghasilkan panas dan listrik, serta pengalaman kerja sama di Indonesia melalui entitas grupnya di Kalimantan Selatan.

  • Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang)

Pemain global proyek energi bersih ini mengoperasikan ratusan fasilitas WtE di berbagai negara. Di Indonesia, teknologinya telah digunakan sejak 2019 di TPST Bantargebang untuk proyek PLTSa bersama PLN Nusantara Power, dengan kemampuan mengolah 100 ton sampah dan menghasilkan 750 kW listrik.

Dengan minat kuat dari pemain global dan kewajiban konsorsium, dia menargetkan proyek WtE tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah perkotaan, tetapi juga mempercepat transfer teknologi, memperkuat kapasitas lokal, dan memastikan keberlanjutan proyek jangka panjang.

Topik:

danantara waste-to-energy-wte waste-to-energy-danantara