Terakhir di 2023, Danantara Targetkan Kembali IPO BUMN Mulai 2027
Jakarta, MI - Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria menyatakan proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) bagi perusahaan-perusahaan BUMN ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.
Dony menjelaskan, hingga tahun ini Danantara belum berencana merealisasikan IPO.
Saat ini, kata dia, fokus utama masih diarahkan pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta penataan struktur korporasi agar perusahaan-perusahaan BUMN lebih siap untuk melantai di bursa.
"Untuk tahun ini memang belum ada rencana IPO yang akan kami lakukan. Mudah-mudahan pada 2027 proses IPO perusahaan-perusahaan kita sudah bisa dimulai," ucap Dony di Jakarta, seperti dikutip Rabu (11/2/2026).
Seperti diketahui, perusahaan BUMN yang terakhir menjalankan IPO adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada 24 Februari 2023. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero).
Hingga akhir 2025, jumlah BUMN dan anak usaha yang telah IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 37 perusahaan, terdiri atas 14 induk BUMN dan 23 anak perusahaan.
Tahapan IPO BUMN
Dony mengatakan, sebelum BUMN masuk ke tahap IPO, ada empat tahapan konsolidasi yang harus dilalui. Tahap pertama adalah peninjauan menyeluruh terhadap kondisi dan fundamental bisnis masing-masing BUMN.
Pada tahap kedua, dilakukan konsolidasi bisnis, termasuk penggabungan usaha (merger) dan restrukturisasi perusahaan. Di tahap ketiga, Danantara menyusun ulang model bisnis perusahaan hasil konsolidasi agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada tahap keempat, dilakukan penciptaan nilai (value creation) dengan menentukan perusahaan mana yang akan melantai di bursa melalui IPO dan mana yang akan tetap berstatus perusahaan tertutup (go private).
Topik:
danantara ipo-bumn