KPK Jangan Berhenti di John Field! Nama Gito Huang Menguat, Siapa Pengendali Blueray Cargo di Skandal Impor?
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak tidak berhenti pada penetapan John Field sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengkondisian jalur impor.
Sorotan publik kini mengarah pada nama lain yang disebut-sebut sebagai sosok kunci di balik PT Blueray Cargo: Gito Huang. Lembaga antirasuah ditantang membuktikan keberaniannya menelusuri aktor yang diduga bermain di balik layar.
Pakar hukum dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, menegaskan KPK tidak boleh setengah jalan. Jika nama Gito Huang sudah masuk radar kecurigaan, maka penyidik wajib segera menguliti latar belakang, jaringan, serta dugaan peran sebenarnya dalam perkara tersebut.
“Jika yang bersangkutan sudah dicurigai maka KPK perlu segera mencari tahu latar belakang yang bersangkutan,” tegas Hudi, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, penyidik harus membongkar secara rinci sejauh mana keterlibatan aktif Gito dalam dugaan suap kepada oknum Bea Cukai terkait pengaturan jalur impor.
Tanpa pengusutan mendalam, penegakan hukum berisiko berhenti pada pelaku lapangan, sementara aktor pengendali tetap lolos. “Menurut saya yang bersangkutan harus dibuktikan keterlibatan aktifnya,” ujar Hudi.
Ia menegaskan, jika konstruksi hukum kuat dan alur perbuatan pidana jelas, bukan hanya individu, tetapi korporasi yang terkait pun bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.
“Keduanya dapat diproses hukum apabila ada arah yang jelas dalam perbuatan pidananya. Tanpa alur yang terang, penindakan akan sulit,” katanya.
Nama Gito Huang sendiri mencuat sebagai sosok yang diduga bos sesungguhnya di balik Blueray Cargo. Meski tidak tercantum dalam struktur resmi perusahaan, jejak digital justru memperlihatkan kedekatan kuat.
Dilihat Monitorindonesia.com, bahwa sejumlah akun LinkedIn pejabat internal perusahaan forwarder itu terhubung langsung dengan akun milik Gito.
Ia disebut lebih sering bermukim di China, namun rutin pulang ke Indonesia untuk mengawasi berbagai lini bisnisnya. Selain dugaan keterlibatan dalam Blueray Cargo, Gito disebut memiliki jejaring usaha luas—mulai dari aplikasi digital, media online, hingga industri hiburan.
Melalui PT Komunitas Anak Bangsa (Koanba), ia pernah mengembangkan platform social commerce bernama Kipaskipas, yang digadang-gadang menyaingi IG Shop dan TikTok Shop. Aplikasi ini dikembangkan sejak awal pandemi COVID-19 sekitar 2020, namun kini tak lagi beroperasi.
Koanba pernah berkantor di sebuah rumah tiga lantai bercat putih di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Dari alamat yang sama juga beroperasi PT Portal Media Nusantara dengan produk media online Pinusi. Media tersebut sempat mendapat teguran Dewan Pers karena dinilai berjalan tanpa kendali redaksional yang jelas dan diduga memiliki struktur redaksi fiktif.
Di lokasi itu pula berdiri rumah produksi konten digital yang memproduksi video profil perusahaan hingga konten YouTube dan TikTok. Usaha ini sempat menggunakan nama VIP, kemudian berubah menjadi V-me Creative, sebelum akhirnya juga berhenti beroperasi. Tiga lini bisnis tersebut disebut dikelola oleh dua orang kepercayaan Gito, Tian dan Ronny.
Jejaknya juga muncul di industri film. Gito tercatat sebagai Eksekutif Produser film Anak Kunti yang dirilis 20 Februari 2025, hasil kolaborasi Drias Production dan aplikasi Kipaskipas. Ia juga dikabarkan memiliki kedekatan dengan manajer artis Nanda Persada. Bahkan siniar Podskuy—yang pernah digawangi Boris Bokir, Gading Marten, Uus, dan Andhika Pratama—beberapa kali melakukan syuting di lobi kantornya.
Di tengah sorotan publik, KPK menyatakan membuka kemungkinan memanggil Gito Huang terkait perkara suap impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
“KPK terbuka peluang memanggil pihak-pihak yang dipandang perlu,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (13/2/2026).
Saat ini penyidik masih mengumpulkan informasi dan mendalami dugaan bahwa Gito merupakan pemilik sebenarnya Blueray Cargo, bukan John Field yang sudah ditahan. Pendalaman dilakukan untuk memastikan konstruksi perkara tersusun utuh dan tidak menyisakan celah.
“KPK terbuka peluang memanggil pihak-pihak yang dipandang perlu dan dibutuhkan oleh penyidik dalam mengungkap perkara ini agar menjadi terang,” tegas Budi.
Publik kini menunggu langkah nyata. Bukan sekadar menangkap pelaku yang tampak di permukaan, tetapi mengungkap siapa sebenarnya pengendali permainan di balik layar. Jika KPK serius memberantas korupsi, inilah ujian keberanian yang sesungguhnya.
Topik:
KPK John Field Gito Huang Blueray Cargo suap impor Bea Cukai korupsi impor pakar hukum Hudi Yusuf tersangka korupsi investigasi KPK skandal imporBerita Sebelumnya
Terjerat Kasus Narkoba, Polri Siapkan PTDH AKBP Didik Putra Kuncoro
Berita Selanjutnya
Kasus Siti Nurbaya di Kejagung: On Progres "86" ?
Berita Terkait
Profil John Field, Bos PT Blueray, Sempat Kabur saat OTT KPK Kasus Suap Bea Cukai
55 menit yang lalu
Elite Politik Diminta Stop Lempar Tanggung Jawab Revisi UU KPK: Publik Butuh Aksi, Bukan Drama!
2 jam yang lalu