Jelang Imlek, Harga CPO Melemah

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 16 Februari 2026 5 jam yang lalu
Kelapa Sawit (Foto: Dok MI)
Kelapa Sawit (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali terkoreksi pada Senin (16/2/2026), dipengaruhi data ekspor awal Februari yang lesu serta prediksi panen yang lebih cepat dari perkiraan pasar.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun 0,84 persen, menjadi 4.012 ringgit Malaysia per metrik ton pada pukul 14.30 WIB.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group di Mumbai, Anilkumar Bagani, menjelaskan, tekanan pada harga terjadi karena perkiraan panen yang lebih awal menjelang Ramadan, ditambah kinerja ekspor yang melambat pada paruh pertama Februari.

“Pasar tujuan sebagian besar masih sepi, kecuali ada pembelian sporadis dari India,” katanya, dikutip Reuters.

Lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Februari turun antara 11,2 persen hingga 14,9 persen secara bulanan.

Ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,18 persen terhadap dolar AS sehingga membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Perdagangan minyak mentah cenderung stagnan, seiring para pelaku pasar mengamati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan, di tengah perkiraan kenaikan pasokan dari OPEC+.

Kondisi melemahnya kontrak berjangka minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Sementara itu, Bursa Komoditas Dalian tutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek dan akan kembali beroperasi pada 24 Februari. Chicago Board of Trade juga tutup karena hari libur.

Begitu pula, Bursa Malaysia Derivatives Exchange akan libur pada 17-18 Februari menyambut Tahun Baru Imlek.

Topik:

minyak-sawit-mentah harga-cpo