Harga CPO Tergelincir di Awal 2026, Ekspor Malaysia Melemah

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 3 Januari 2026 16:40 WIB
Kelapa Sawit (Foto: Dok MI)
Kelapa Sawit (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (2/1/2026), menandai hari pertama transaksi di tahun 2026 dengan sentimen negatif.

Tekanan harga muncul seiring pelaku pasar mencermati data ekspor dari surveyor kargo yang menunjukkan kinerja lesu. Selain itu, pasar juga bersikap wait and see sambil menanti rilis data produksi Desember yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun 1,48 persen ke level 3.990 ringgit Malaysia per metrik ton. Secara mingguan, harga minyak sawit telah terkoreksi 2,37 persen.

Berdasarkan laporan Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Desember mengalami penurunan 5,8 persen secara bulanan menjadi 1.240.587 ton, merujuk pada data Intertek Testing Services yang dirilis Rabu lalu.

Di sisi lain, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Desember turun 5,2 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 1.197.434 ton.

Sementara itu, Indonesia menetapkan harga referensi CPO untuk Januari sebesar USD915,64 per ton, lebih rendah dibandingkan Desember yang berada di level USD926,14 per ton, sebagaimana tercantum dalam keputusan Kementerian Perdagangan.

Meski demikian, tekanan harga masih terbatas seiring munculnya sinyal pemulihan permintaan dari India, yang merupakan konsumen minyak sawit terbesar di dunia.

Impor India tercatat meningkat tipis pada November, seiring pelaku pemurnian memanfaatkan level harga yang lebih rendah.

Sementara itu, data Trading Economics menunjukkan Malaysia terus mendiversifikasi pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Timur Tengah, di tengah tantangan perdagangan dengan Uni Eropa.

Sepanjang 2025, harga minyak sawit tercatat turun hampir 9 persen setelah sempat menguat signifikan pada tahun sebelumnya. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah, gangguan cuaca, serta pengetatan aturan keberlanjutan di pasar-pasar utama.

Topik:

minyak-sawit-mentah harga-cpo