Negosiasi Dagang RI-AS Tuntas, Prabowo dan Trump Tinggal Teken
Jakarta, MI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan negosiasi tarif dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah rampung, kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Meski perundingan telah berjalan sejak April 2025, Airlangga masih enggan mengungkapkan hasil kesepakatan tarif tersebut. Ia menegaskan, pengumuman resmi baru akan disampaikan setelah perjanjian dagang itu ditandatangani oleh kedua kepala negara.
"Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90%, kita tinggal menunggu jadwal tanda tangan, karena yang menanda tangan pemimpin negara," ujar Airlangga saat ditemui di kawasan Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2025).
Airlangga menjelaskan, setelah kesepakatan tarif dagang tersebut ditandatangani, masing-masing pemerintah masih harus menyampaikan hasilnya kepada dewan legislatif masing-masing.
"Nanti eksekutif order bagi Amerika juga dilaporkan ke kongres, bagi Indonesia kita sampaikan ke DPR," kata Airlangga.
Meski belum membeberkan rincian kesepakatan yang telah dicapai, pemerintah Indonesia diketahui menargetkan penurunan tarif dagang sejumlah komoditas hortikultura ke AS menjadi 0%, dari tarif resiprokal dalam bentuk bea masuk yang diumumkan Trump saat Liberation Day sebesar 32% dan akhirnya turun menjadi 19%.
Sejumlah komoditas berpeluang mendapatkan pembebasan tarif yakni kelapa sawit, kakao, produk agro, serta mineral, termasuk komponen pesawat terbang dan industri tertentu, terutama dari zona perdagangan bebas (FTZ).
Di sisi lain, AS meminta dari total kode klasifikasi barang impor sekitar sebanyak 11.552, sekitar 11.474 kode HS yang dikenakan tarif sebesar 0%. Artinya lebih dari 98% dari seluruh barang impor yang AS minta dinolkan tarifnya saat masuk ke Indonesia.
"Ada beberapa produk yang sekarang kita diskusikan untuk tidak dikenakan 0% dan mereka sepakat contoh minuman alkohol dan yang sebenarnya tidak mungkin impor kita tapi kita juga minta tidak 0% daging babi misalkan," kata Susi kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (18/7/2025).
Selain itu, AS juga meminta timbal balik berupa akses terhadap mineral kritis dari Indonesia. Permintaan ini dikaitkan dengan pembebasan tarif resiprokal yang diberikan RI ke AS untuk produk kelapa sawit, kopi, kakao, serta teh.
Topik:
negosiasi-dagang tarif-resiprokal