Diminta Penjelasan oleh BEI, Ini Rencana Akuisisi Aset Rp700 Miliar GPSO

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 2 Februari 2026 1 hari yang lalu
Ilustrasi papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) memaparkan rencana aksi korporasi besar sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi bisnis dan kinerja di pasar modal Indonesia.

Langkah awal tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Induk pada 20 Januari 2026 bersama PT Morita Tjokro Gearindo (MTG), PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo (TBC), dan PT Jaya Indah Casting (JIC), yang merupakan bagian dari Tjokro Group.

Menanggapi permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Manajemen GPSO mengaku perseroan berencana melakukan akuisisi tiga entitas bisnis dan aset strategis dengan nilai transaksi yang diperkirakan sekitar Rp700 miliar.

"Akuisisi tersebut mencakup pengambilalihan hingga 99,9% saham di PT Pulogadung Tempajaya (PTJ), PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK), dan PT Jakarta Marten Logamindo (JML)," ungkap Manajemen GPSO dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).

Manajemen GPSO optimistis aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan, baik dari sisi peningkatan laba maupun potensi pembagian dividen ke depan.

"Konsolidasi ini akan menjadikan perseroan sebagai salah satu pemain utama dengan rantai pasok yang solid, sehingga mampu menciptakan efisiensi, stabilitas, dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Manajemen GPSO.

Dari rencana akuisisi ini, ada beberapa manfaat strategis yang didapatkan, yakni:

  • Keunggulan operasional
    Entitas yang diakuisisi memiliki pengalaman panjang di industri fabrikasi komponen, didukung pelanggan tetap, teknologi, serta sistem operasional yang telah matang.
  • Pendapatan berulang (fixed income)
    Selain saham, GPSO juga akan menguasai hak pengelolaan aset tanah dan bangunan pabrik di kawasan Jababeka dan EJIP, yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan sewa dengan tingkat imbal hasil sekitar 5–10% per tahun.
  • Integrasi bisnis hulu hingga hilir
    Dengan bergabungnya Tjokro Group (salah satu produsen komponen terbesar di Indonesia), GPSO ditargetkan bertransformasi menjadi perusahaan induk beromzet triliunan rupiah dengan bisnis terintegrasi, mulai dari proses forging hingga heat treatment.

Skema Pendanaan dan Tata Kelola

Untuk mendanai transaksi tersebut, GPSO tengah mengkaji berbagai opsi pendanaan, termasuk share swap melalui inbreng saham dalam PMHMETD maupun penggunaan instrumen utang.

Manajemen GPSO menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, termasuk melakukan penilaian kewajaran transaksi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur GPSO di mata investor serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Manajemen GPSO.

Topik:

gpso geoprima-solusi bei