Sosok Gito Huang: Bos di Balik Layar Blueray Cargo yang jadi Sorotan Kasus Impor

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 18 Februari 2026 2 jam yang lalu
Mengenal Gito Huang, Bos di Balik Layar Blueray Cargo (Foto: Instagram)
Mengenal Gito Huang, Bos di Balik Layar Blueray Cargo (Foto: Instagram)

Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri skandal dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Fokus penyidikan kini mengarah pada sosok di balik layar perusahaan forwarder besar, PT Blueray Cargo. Nama Gito Huang mendadak menjadi perbincangan hangat publik.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan John Field sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pengkondisian jalur impor. Namun, lembaga antirasuah didesak untuk tidak berhenti di situ. Publik menyoroti nama lain yang disebut-sebut sebagai sosok kunci di balik PT Blueray Cargo: Gito Huang. 

Meski nama Gito Huang tidak tercantum dalam jajaran petinggi resmi perusahaan, sejumlah pihak menduga ia adalah “bos sebenarnya” yang menjalankan bisnis di balik layar. 

Sosok Gito Huang

Nama Gito Huang kini menjadi sorotan publik setelah keterkaitannya dengan perusahaan logistik besar, PT Blueray Cargo. Meski namanya tidak tercantum dalam jajaran pimpinan, penelusuran di media sosial menunjukkan Gito Huang memiliki koneksi dengan sejumlah pejabat Blueray Cargo, termasuk melalui akun LinkedIn mereka.

Sosoknya dikenal suka menetap di China, namun kerap pulang ke Indonesia untuk mengawasi bisnis-bisnisnya. Selain dugaan kepemilikan Blueray Cargo, Gito juga disinyalir memiliki guritas bisnis, mulai dari aplikasi, portal berita hingga industri hiburan.

Salah satunya adalah Kipaskipas, sebuah aplikasi berbasis sosial media shopping mirip IG Shop dan TikTok Shop, yang dibangun melalui PT Komunitas Anak Bangsa (Koanba). Pengembangan aplikasi ini dimulai sejak awal pandemi COVID-19 sekitar tahun 2020, meskipun kini platform tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

Koanba pernah berkantor di rumah tiga lantai serba putih di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, persis di samping SPBU. Di lokasi itulah berdiri PT Portal Media Nusantara dengan produk media online bernama Pinusi. Media ini sempat disorot Dewan Pers karena disebut berjalan autopilot dan memiliki struktur redaksi yang disinyalir fiktif.

Di alamat yang sama, Gito juga membangun rumah produksi konten, awalnya bernama VIP, kemudian berubah menjadi V-me Creative. Produksi ini mencakup video profil perusahaan, konten YouTube, hingga TikTok, namun kini tak tidak beroperasi. Tiga lini bisnis ini diduga dikelola dua orang kepercayaannya, Tian dan Ronny.

Jejak Gito Huang di dunia hiburan pun nyata. Ia tercatat sebagai Eksekutif Produser film Anak Kunti yang rilis 20 Februari 2025. Film itu diproduksi 2024, kolaborasi Drias Production dan aplikasi Kipaskipas.

Lebih jauh, Gito dikabarkan dekat dengan manajer artis Nanda Persada. Bahkan, beberapa kegiatan syuting siniar Podskuy yang pernah digawangi Boris Bokir, Gading Marten, Uus, dan Andhika Pratama, sering dilakukan di lobi kantor Gito.

Topik:

gito-huang blueray-cargo kpk kasus-suap profil-gito-huang