Viral Bukaan Lahan PLTP di Gunung Slamet, ESDM: Gambar Lama
Jakarta, MI - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kondisi lingkungan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Baturaden, lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, telah dipulihkan sepenuhnya setelah seluruh tahapan eksplorasi panas bumi rampung.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang menampilkan dugaan bukaan lahan di kawasan WKP Baturaden. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran publik terkait dampak lingkungan dari aktivitas eksplorasi panas bumi di kawasan konservasi alam.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa foto bukaan lahan yang beredar bukan merupakan kondisi terkini. Gambar tersebut, kata dia, berasal dari citra satelit pada periode 2017-2018, saat kegiatan eksplorasi masih berlangsung.
“Berdasarkan dokumentasi inspeksi terbaru, lokasi yang sama saat ini telah ditumbuhi vegetasi dan mengalami proses pemulihan lingkungan,” ujar Eniya melalui siaran pers dikutip Selasa (30/12/2025).
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian ESDM yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Inspektur Panas Bumi, dan Inspektur Tambang sudah melakukan inspeksi ke WKP Baturaden.
Hasil inspeksi menunjukkan tidak ditemukan adanya kegiatan eksplorasi maupun pembukaan lahan yang dilakukan oleh pengelola WKP Baturaden, PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE).
Namun demikian, tim mendapati keberadaan aktivitas pertambangan batuan atau galian C di dalam area WKP Baturaden. Aktivitas tersebut dipastikan tidak terkait dengan kegiatan panas bumi.
Kementerian ESDM sedang mengevaluasi perizinan, pengawasan tata kelola, serta kajian dampak lingkungan terhadap aktivitas pertambangan tersebut.
Lebih lanjut, Kementerian ESDM juga menegaskan kawasan wisata pemandian air panas Guci berada di luar WKP Baturaden dan tidak terdapat kegiatan eksplorasi panas bumi di wilayah tersebut.
Kerusakan fasilitas wisata Guci diklaim terjadi gegara banjir yang melanda wilayah tersebut pada 20 Desember 2025, yang secara historis merupakan kejadian berulang di kawasan tersebut.
“Pengelolaan WKP Baturaden kami pastikan tetap terpantau. Setiap kegiatan panas bumi harus memenuhi prinsip keselamatan, perlindungan lingkungan, dan kepatuhan terhadap peraturan,” jelas Eniya.
Sebagai informasi, WKP Baturaden dikelola oleh PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE) berdasarkan Izin Usaha Panas Bumi (IUP) serta penyesuaian Izin Panas Bumi (IPB), dengan total luas area mencapai sekitar 24.660 hektare.
Sepanjang periode 2015 hingga 2021, PT SAE telah menjalankan sejumlah kegiatan eksplorasi, meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 28,9 kilometer, pembangunan wellpad H, F, dan C beserta area pendukungnya, serta pengeboran tiga sumur eksplorasi pada 2017–2018 dengan kedalaman hingga 3.447 meter.
Masa eksplorasi panas bumi tersebut telah berakhir pada Desember 2024. Sejak berakhirnya periode itu, Kementerian ESDM memastikan tidak ada lagi aktivitas eksplorasi maupun pembukaan lahan baru di WKP Baturaden.
“Setelah masa eksplorasi berakhir, tidak ada lagi kegiatan pengeboran. Yang berjalan adalah pengelolaan wilayah kerja, pemantauan lapangan, serta pemulihan lingkungan yang menjadi kewajiban badan usaha,” imbuhnya.
Kementerian ESDM menyebut PT SAE telah melakukan penutupan sumur atau plug and abandon pada dua sumur eksplorasi di wellpad H dan wellpad F, serta melakukan sebagian kegiatan reklamasi dan reboisasi.
Topik:
kementerian-esdm panas-bumi gunung-slamet viral-bukaan-lahanBerita Terkait
Polri Tetapkan Dua Eks Pejabat ESDM Tersangka Korupsi Proyek Penerangan Jalan
31 Desember 2025 17:38 WIB
Isu Tambang di Gunung Slamet, Gakkum ESDM Ungkap Hasil Penelusuran
23 Desember 2025 09:14 WIB
Usai Bencana, ESDM dan KLH Audit Lingkungan Tambang Emas Martabe
13 Desember 2025 08:44 WIB