Kemenaker Targetkan Kirim TKI 50 Ribu Orang Setiap Tahun Ke Jepang
Jakarta, MI - Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Tenaga Kerja RI, Anwar Sanusi mengatakan, Indonesia menargetkan pengiriman tenaga kerja ke Jepang sebanyak 50 ribu orang setiap tahun.
Pasalnya, Jepang membutuhkan 820 ribu orang pekerja asing untuk lima tahun kedepan.
"Target 50.000 setahun. Peluang Indonesia sangat besar. Kita juga sudah menyiapkan dan membekali calon TKI dengan berbagai keterampilan," kata Anwar Sanusi kepada monitorindonesia.com, Jakarta, Senin (11/8).
Terkait dengan target tersebut, tambah Anwar, Indonesia dan Jepang akan segera menandatangani Memorandum Of Cooperation (MoC) terkait pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang.
"Proses diplomatik terus berjalan antara Indonesia dan Jepang. Perjanjian itu (MoC) adalah komitmen untuk meneruskan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia. Ada juga komitmen meneruskan skema ikuseisuro (tenaga kerja yang magang, dites lagi agar bisa kerja di Jepang)," kata Anwar.
Anwar menambahkan, saat ini jumlah TKI yang bekerja di Jepang mencapai 130 ribu orang .
"Saat ini, dari data per Juni 2025, jumlah tenaga kerja Indonesia di Jepang sebanyak 130.000 orang. Mereka bekerja di berbagai sektor, ada 16 sektor. Ada yang magang dan bekerja sesuai Specified Skilled Worker (SSW)," kata Anwar.
Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Penempatan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Mukarrom AS mengatakan, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang meningkat setiap tahun.
"Jepang adalah negara tujuan TKI ke-12 dengan jumlah TKI sebanyak 54.702 orang. Kebanyakan TKI berasal dari Cilacap, Tegal, Indramayu, dan Kabupaten Cirebon," ujar Mukarrom.
Topik:
Kemenaker Anwar Sanusi TKI JepangBerita Terkait
Skandal RPTKA Kemenaker Dibongkar KPK: Aset Tersangka Disisir, Jejak Pemerasan Era Tiga Menteri Terkuak
17 jam yang lalu
Mangkir Tanpa Kabar, Eks Menaker Hanif Terseret Bayang-bayang Skandal RPTKA
28 Januari 2026 01:52 WIB
Jepang Diguncang Judi Politik Takaichi: Parlemen Dibubarkan, Rakyat Dipaksa Memilih Cepat
19 Januari 2026 19:23 WIB