Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Rp300 Triliun, Fokus Program Produktif dan Pemberantasan Korupsi

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 17 Februari 2026 5 jam yang lalu
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. (Foto: Dok Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. (Foto: Dok Setpres)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. 

Pernyataan ini disampaikan saat memberikan arahan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, seperti diberitakan Selasa (17/2/2026).

Dalam pemaparannya, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun. 

"Dana hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk membiayai program-program yang dinilai lebih produktif dan langsung menyentuh masyarakat, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ungkap dia.

Prabowo menjelaskan, penghematan dilakukan dengan memangkas berbagai belanja yang dianggap tidak memberikan dampak langsung bagi rakyat, seperti perjalanan dinas ke luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, serta kajian dan analisis yang berlebihan.

Menurut dia, pemerintah sudah memahami persoalan utama yang dihadapi, sehingga fokus harus diarahkan pada tindakan nyata. Dia menegaskan, kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama.

"Jika desa membutuhkan jembatan, maka harus segera dibangun. Jika rakyat membutuhkan pangan, pemerintah harus segera mencari solusinya tanpa terlalu banyak tahapan birokrasi," jelas dia.

Selain efisiensi belanja, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menutup kebocoran anggaran serta meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. 

Dia mengapresiasi kinerja Danantara yang dalam waktu kurang dari satu tahun mampu mencatatkan hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Presiden Prabowo pun menetapkan target return on asset (ROA) di atas 8 persen. Ia mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin optimal.

Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memberantas korupsi di seluruh lini, baik di pemerintahan maupun dunia usaha. 

Dia menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum, namun prosesnya harus tetap menjunjung tinggi keadilan.

Topik:

prabowo-subianto mbg korupsi