Rugi Cashlez (CASH) Membengkak Jadi Rp68,12 Miliar pada 2025

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 17 Februari 2026 6 jam yang lalu
Ilustrasi uang kertas pecahan Rp100.000 (Foto: Dok Istimewa)
Ilustrasi uang kertas pecahan Rp100.000 (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang masih berada dalam tekanan. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/2/2026), perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp68,12 miliar.

Nilai kerugian tersebut melonjak 101,95 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp33,73 miliar. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp47,60, dari sebelumnya Rp23,57.

Dari sisi pendapatan, Cashlez membukukan pendapatan sebesar Rp110,18 miliar sepanjang 2025. Angka ini turun 20,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp138,34 miliar. Beban pokok pendapatan tercatat Rp90 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp119,33 miliar pada akhir 2024.

Dengan demikian, laba kotor perseroan tercatat Rp20,17 miliar, sedikit meningkat dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya yang sebesar Rp19 miliar.

Meski demikian, tekanan masih terasa dari sisi biaya operasional. Beban penjualan tercatat Rp1,64 miliar, turun dari Rp1,91 miliar. Namun, beban umum dan administrasi justru naik menjadi Rp53,33 miliar, dibandingkan Rp52,71 miliar pada 2024.

Tekanan terbesar datang dari lonjakan kerugian penurunan nilai piutang yang mencapai Rp11,16 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp360,83 juta. Kondisi ini membuat rugi usaha Cashlez membengkak menjadi Rp45,97 miliar, dari Rp35,97 miliar pada akhir 2024.

Pada pos keuangan, pendapatan keuangan tercatat Rp172,73 juta, meningkat dibandingkan Rp114,98 juta pada 2024. Namun, beban keuangan melonjak signifikan menjadi Rp10,67 miliar, dari sebelumnya Rp6,94 miliar. Sementara itu, pendapatan lain-lain mencapai Rp1,64 miliar, berbalik positif dari posisi rugi Rp220,59 juta pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, rugi tahun berjalan Cashlez tercatat Rp67,73 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan kerugian tahun 2024 yang sebesar Rp34,8 miliar.

Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan tercatat Rp62,03 miliar, turun tajam dari Rp121,13 miliar pada akhir 2024. Di sisi lain, total liabilitas meningkat signifikan menjadi Rp209,59 miliar, dibandingkan Rp112,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, total aset Cashlez tercatat sebesar Rp271,63 miliar pada akhir 2025, meningkat dari Rp233,63 miliar pada akhir 2024.

Topik:

rugi-cashlez cashlez-worldwide-indonesia rugi-cash