IHSG Ditutup Melemah 0,53% ke Level 8.103, Saham Merah Dominasi Perdagangan

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 5 Februari 2026 8 jam yang lalu
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Berdasarkan data RTI, IHSG turun 42,83 poin atau 0,53% ke level 8.103,87, setelah bergerak di rentang 8.102,78–8.214,45 sepanjang sesi perdagangan.

Pada penutupan perdagangan, pergerakan saham didominasi pelemahan. Sebanyak 349 saham turun, 299 saham naik, dan 172 saham bergerak stagnan.

Dari sisi aktivitas transaksi, IHSG mencatat volume perdagangan 35,89 miliar saham dengan frekuensi 2.549.122 kali transaksi. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp19,95 triliun.

Pada jajaran top losers, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 14,93% ke Rp6.125. Disusul PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang anjlok 14,92% ke Rp154, serta PT Sanurhasta Mina Tbk (MINA) yang melemah 14,86% ke Rp252.

Sementara itu, di kelompok top gainers, saham PT Citatah Tbk (CTTH) melonjak 34,48% ke Rp117, diikuti PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang melesat 34,31% ke Rp184, dan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) yang naik 33,77% ke Rp206.

Di tengah pelemahan indeks, saham perbankan besar tetap menjadi incaran investor. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham terlaris dengan nilai transaksi Rp1,33 triliun, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,2 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp1,05 triliun.

Topik:

ihsg bei saham-turun