BTN Dorong Inovasi Ramah Lingkungan, Targetkan 20.000 Rumah Rendah Emisi Tahun Ini

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 4 Februari 2026 7 jam yang lalu
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, memperkuat komitmen green banking, menggandeng developer, startup daur ulang, dan masyarakat melalui program inovatif seperti “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. (Foto: Dok MI/BTN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, memperkuat komitmen green banking, menggandeng developer, startup daur ulang, dan masyarakat melalui program inovatif seperti “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. (Foto: Dok MI/BTN)

Bekasi, MI – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmennya pada perbankan berkelanjutan melalui pembiayaan rumah rendah emisi. Tahun 2026, BTN menargetkan dapat membiayai 20.000 unit rumah rendah emisi sekaligus meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi green banking untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan mengurangi jejak karbon.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyebutkan hingga akhir 2025 BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 11.000 unit rumah rendah emisi di sejumlah daerah, termasuk Legok (Banten), Cileungsi (Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi. “Kami berharap tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah, bahkan optimistis hingga 30.000. Hingga 2030, target kami membangun 200.000 unit,” kata Setiyo dalam Media Briefing Program Rumah Rendah Emisi di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (4/2/2026).

Program yang diluncurkan pada kuartal IV-2024 ini dijalankan bersama sejumlah developer dan startup yang menghadirkan material bangunan eco-friendly dari sampah plastik, seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick. Produk mereka mengubah bungkus mie instan, sachet sabun, dan sampo menjadi bahan untuk flooring, paving, dan dinding, sekaligus mendukung pengurangan polusi domestik.

“Setiap startup punya keunggulan masing-masing, tapi saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini, kita sekaligus mencetak startup baru di bidang daur ulang plastik. Untuk mencapai jutaan rumah, kita perlu lebih banyak startup dari berbagai daerah,” tambah Setiyo.

BTN mencari inovasi baru melalui ajang tahunan BTN Housingpreneur. Plustik, misalnya, lahir dari kompetisi 2024 dan kini bekerja sama dengan developer rumah rendah emisi dengan dukungan BTN sebagai enabler. Gelaran 2025 yang ditutup 31 Januari 2026 mencatat 1.170 submission, menghasilkan 26 pemenang dari 58 finalis yang lolos seleksi ketat dari akademisi, praktisi perumahan, arsitek, dan manajemen BTN.

Dukungan developer juga menjadi kunci. Preadi Ekarto, CEO ISPI Group, mengatakan perusahaannya terus membangun rumah rendah emisi di Mutiara Gading City. BTN pun menyiapkan paket insentif menarik bagi developer, termasuk penurunan suku bunga hingga 25 basis poin.

Selain developer dan startup, BTN melibatkan masyarakat melalui Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Nasabah KPR BTN dapat mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem, yang dikonversi menjadi rupiah untuk mengurangi angsuran bulanan. Program ini bisa menurunkan cicilan KPR sekitar 10–15% atau Rp100.000–150.000 per bulan.

Program ini mendapat perhatian dunia internasional, termasuk kunjungan Queen Maxima dari PBB pada November 2025 untuk melihat langsung inisiatif ini. Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menyebut antusiasme nasabah terus meningkat, menandakan potensi kolaborasi antara perbankan, masyarakat, dan startup dalam mengurangi emisi.

Setiyo menekankan, apresiasi global ini menjadi bukti pengakuan terhadap komitmen BTN pada prinsip ESG (Environment, Social, Governance). BTN berhasil meraih ESG Rating AA dari MSCI pada 2025, menempatkan perseroan sebagai bank nasional terdepan dalam praktik berkelanjutan. Tahun ini, BTN menargetkan portofolio pembiayaan ESG mencapai 60%, termasuk program kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, memperkuat dimensi sosial dalam strategi keberlanjutan bank. (wan)

Topik:

BTN rumah rendah emisi green banking ESG startup eco-friendly KPR daur ulang plastik keberlanjutan perumahan inovasi lingkungan