Apa Sebenarnya yang Membuat Harga Emas Terus Naik?

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 30 Januari 2026 16:54 WIB
Harga Emas Terus Meroket (Foto: Ist)
Harga Emas Terus Meroket (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Pergerakan harga emas belakangan ini terus menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini langsung menarik perhatian, bukan cuma investor, tapi juga masyarakat yang mulai melirik emas sebagai pilihan investasi.

Sejak dulu, emas dikenal sebagai salah satu instrumen investasi paling populer. Salah satu daya tarik utamanya adalah statusnya sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang nilainya relatif stabil ketika instrumen investasi lain mengalami tekanan.

Menariknya, bukan hanya relatif stabil, harga emas juga terus merangkak naik dari waktu ke waktu. Banyak analis bahkan memperkirakan tren kenaikan ini terus berlanjut dan tidak akan mengalami penurunan signifikan.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat harga emas terus naik?

Meningkatnya Permintaan sebagai Safe Haven

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya permintaan. Banyak orang membeli emas bukan sekadar untuk disimpan, tetapi sebagai aset pelindung nilai atau safe haven.

Saat pasar saham bergejolak, bisa muncul sentimen risiko global yang membuat para investor cenderung masuk ke mode risk-off. Sebagai solusi praktis, emas menjadi salah satu tujuan utama aliran dananya. Dari sini, kemudian terjadi lonjakan permintaan emas yang turut berkontribusi membuat harganya terus naik.

Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketidakpastian ekonomi global juga menjadi alasan kenapa harga emas terus naik. Kondisi ini memicu kekhawatiran dalam diri banyak orang. Masalah seperti perlambatan ekonomi, risiko resesi, inflasi, konflik geopolitik hingga krisis keuangan membuat investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi.

Berada dalam kondisi seperti ini, emas menjadi pilihan karena dianggap mampu menjaga nilainya dari waktu ke waktu. Hampir sama seperti poin sebelumnya, permintaan yang meningkat secara global otomatis mendorong harganya naik signifikan.

Antisipasi Pelemahan Mata Uang

Untuk diketahui, emas global diperdagangkan dalam satuan dolar AS. Oleh sebab itu, ketika nilai dolar AS melemah, hal tersebut cukup berpengaruh terhadap harga emas dunia. Singkatnya, apabila dolar AS melemah terhadap mata uang lain, para investor global bakal lebih tertarik untuk beralih membeli emas karena nilainya lebih stabil dalam jangka panjang.

Contoh kasusnya bisa dilihat dari kondisi seperti krisis utang, defisit anggaran hingga penurunan peringkat kredit Amerika Serikat oleh lembaga pemeringkat seperti Standard & Poor’s (S&P) yang membuat kepercayaan investor terhadap ekonomi AS menurun. 

Dampaknya, banyak investor global—termasuk negara-negara dengan cadangan devisa besar—mulai mengalihkan aset mereka ke emas.

Alasannya, emas dianggap lebih aman dan relatif stabil dibanding dolar AS yang nilainya rentan tergerus gejolak ekonomi. Ketika semakin banyak dana beralih ke emas, permintaan pun meningkat, dan harga emas ikut terdorong naik.

Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral

Pergerakan harga emas juga tak lepas dari pengaruh kebijakan suku bunga bank sentral, khususnya di negara-negara maju. Dalam situasi tertentu, kondisi ekonomi global telah membuat bank sentral melakukan penyesuaian suku bunga yang tidak terduga.

Ketika suku bunga rendah atau muncul sinyal penurunan, imbal hasil aset berbasis bunga menjadi kurang menarik. Alhasil, masyarakat mulai beralih ke instrumen lain seperti emas.

Di tengah situasi tersebut, emas dianggap lebih menarik. Meski tidak memberikan bunga, emas punya peluang kenaikan harga yang cukup besar. Tak heran, minat terhadap emas pun meningkat, yang pada akhirnya ikut mengerek harganya.

Meningkatkan Permintaan dari Industry

Pada perkembangannya, emas juga menjalani peran besar dalam industri perhiasan. Di negara-negara tertentu, emas bahkan dianggap sebagai simbol kemakmuran dan menjadi bagian penting dari tradisi atau budaya.

Jadi, selain untuk investasi, ada permintaan dari sektor non-investasi yang ikut membuat harganya mudah terdorong naik. SItuasi ini menjadi alasan kenapa harga emas naik terus.

Ketegangan Geopolitik Dunia

Selain faktor ekonomi, lonjakan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia. Mulai dari perang dagang hingga potensi konflik militer, situasi seperti ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti saham dan lebih memilih emas yang aman.

Sejarah menunjukkan, setiap kali terjadi gejolak geopolitik besar, harga emas hampir selalu melonjak signifikan. Contoh terbaru terlihat dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait isu pencaplokan Greenland. Dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, emas menjadi pilihan utama karena dinilai mampu menjaga nilai aset di tengah situasi yang tidak menentu.

Topik:

emas harga-emas