Harga CPO Jatuh, Akhiri Tren Kenaikan Lima Hari Beruntun
Jakarta, MI - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mengalami penurunan pada penutupan Jumat (30/5/2025), memutus tren kenaikan selama lima hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh tekanan dari pasar minyak kedelai yang melemah.
Data BMD mencatat, kontrak CPO untuk pengiriman Juni 2025 turun sebesar 41 Ringgit Malaysia, menetap di level 3.888 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Juli 2025 bahkan terkoreksi lebih dalam, yakni sebesar 51 Ringgit Malaysia, menjadi 3.891 Ringgit Malaysia per ton.
Tak hanya itu, kontrak Agustus 2025 juga melemah 54 Ringgit Malaysia menjadi 3.878 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO September 2025 terkoreksi 51 Ringgit Malaysia di 3.870 Ringgit Malaysia per ton. Lalu, kontrak berjangka CPO Oktober 2025 jatuh 49 Ringgit Malaysia menjadi 3.870 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan untuk Kontrak berjangka CPO November, naik 46 Ringgit Malaysia menjadi 3.874 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng menyatakan bahwa penurunan harga CPO dipengaruhi oleh melemahnya pasar minyak kedelai.
“Harga CPO bergerak pada support dan resistance di kisaran 3.800 Ringgit Malaysia dan 4.000 Ringgit Malaysia per ton,” ujar Ng.
Di sisi lain, analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics Sathia Varqa mengungkapkan, penurunan harga CPO juga dipicu oleh aksi ambil untung para pelaku pasar menjelang akhir pekan panjang.
Topik:
sawit minyak-sawit cpo harga-cpoBerita Sebelumnya
Realisasi Zakat 2024 Capai Rp 41 T - Kejati Proses Laporan Dugaan Korupsi Baznas Jabar
Berita Selanjutnya
OJK Ungkap Penyebab Turunnya Likuiditas Perbankan
Berita Terkait
AMDAL Belum Terbit, PT KAS Tancap Gas - Pakar Hukum : “Aparat yang Membiarkan Juga Harus Dipidana!”
3 Februari 2026 14:32 WIB
PT KAS Kebal Hukum: PT KAS Diduga Beroperasi Tanpa AMDAL, Pemda Muna dan Polres Muna Diam.
2 Februari 2026 11:45 WIB