Legislator Sentil Kejagung soal Mangkraknya Eksekusi Silfester Matutina: Enggak Berani Tangkap?
Jakarta, MI – Anggota Komisi III DPR RI, Machfud Arifin menyoroti lambannya Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengeksekusi putusan pengadilan terhadap Silfester Matutina terpidana kasus fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Sorotan tersebut disampaikan Machfud dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kejaksaan Agung yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1/2026).
Machfud menegaskan bahwa putusan pengadilan terhadap Silfester Matutina telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht sejak tahun 2019. Bahkan, menurutnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah memberikan perintah untuk segera menindaklanjuti eksekusi tersebut.
"Jangankan Riza Chalid, Pak. Masih jauh, enggak jelas (dia) di mana. Silfester Matutina itu lho Pak," kata Machfud.
Ia mempertanyakan alasan di balik lambannya proses penangkapan dan eksekusi terhadap terpidana tersebut, padahal kejaksaan dinilai mampu menangani penangkapan buronan lain, termasuk yang berada di luar negeri.
"Tapi, Silfester itu siapa? Enggak berani (tangkap) Pak?," ujarnya.
Machfud mendesak Kejaksaan Agung agar menjalankan putusan pengadilan secara konsisten dan tegas, tanpa pandang bulu, demi menjaga wibawa hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
"Nangkep itu saja (Silfester) enggak bisa, Pak? Tangkap, Pak. Atau ngumpet ke mana itu, Pak?," tuturnya.
Adapun, Silfester merupakan terpidana kasus fitnah dan pencemaran nama baik terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam perkara tersebut ia dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara pada tahun 2019.
Namun hingga saat ini jaksa eksekutor masih belum mengeksekusi Silfester walaupun putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht sejak enam tahun lalu.
Topik:
Komisi III DPR RI Machfud Arifin Kejaksaan Agung Silfester MatutinaBerita Terkait
Tamparan Keras bagi Kejagung: Penerima Gratifikasi Chromebook Lolos, Nyangkut di KPK?
8 jam yang lalu
Nama Anggota DPR Syaiful Huda Muncul di Sidang Korupsi Chromebook, Kejagung Didesak Perluas Penyidikan
9 jam yang lalu
Kejagung Diminta Gas Pol: Oknum Bea Cukai Diduga Lindungi Jaringan Penyelundupan
10 jam yang lalu
Puluhan Triliun Dana LPEI Disidik Tanpa Sidang: Jejak Penyidikan yang Menggantung, Audit yang Baru Bicara Belakangan
18 jam yang lalu