Bencana Longsor Cisarua, Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 25 Januari 2026 08:25 WIB
Bencana Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Dok MI)
Bencana Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Dok MI)

Bandung Barat, MI - Bencana tanah longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Puluhan rumah terdampak, memaksa pemerintah daerah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, langsung turun ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi wilayah terdampak sekaligus mengecek posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Dalam kunjungannya, Jeje memastikan proses evakuasi berjalan cepat serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak dilakukan secara optimal.

Data terbaru dari posko darurat mencatat, longsor tersebut berdampak pada 37 kepala keluarga (KK) dengan total 114 warga. Korban meninggal dunia yang sudah ditemukan sebanyak 11 orang dan 23 lainnya selamat. Sedangkan 79 orang diduga masih tertimbun material longsor.

Seluruh korban selamat saat ini dievakuasi dan ditempatkan sementara di Kantor Desa Pasir Langu untuk mendapatkan bantuan logistik dan perawatan medis.

Bupati Jeje menegaskan bahwa jumlah korban masih dapat berubah, mengingat tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pendataan di lokasi terdampak.

Penetapan status Tanggap Darurat memungkinkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat lebih fleksibel dalam mencairkan anggaran darurat dan menggerakkan seluruh sumber daya daerah.

"Penetapan status ini penting untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang, serta memastikan seluruh bantuan, baik makanan, pakaian, hingga layanan kesehatan, sampai ke tangan masyarakat terdampak tanpa kendala birokrasi," kata Jeje.

Menyikapi kondisi Bandung Barat yang didominasi kawasan perbukitan dan tanah miring, Jeje menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap langkah mitigasi bencana.

Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas instansi, terutama untuk melindungi warga yang tinggal di pemukiman dengan kemiringan ekstrem.

"Ke depan, kita harus memperkuat mitigasi. Wilayah kita memang rawan bencana, maka koordinasi antarlembaga harus lebih masif, terutama di daerah perbukitan agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali," tuturnya.

Sementara itu, puluhan warga yang selamat masih mengungsi di posko darurat Kantor Desa Pasirlangu. Pemerintah daerah telah mengoperasikan dapur umum serta menurunkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian nasib sanak saudaranya yang belum ditemukan.

Topik:

bencana-tanah-longsor cisarua bandung-barat status-tanggap-darurat