Kereta Api Tabrak Mobil Avanza di Tebing Tinggi, 9 Orang Tewas

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 22 Januari 2026 12:22 WIB
Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api di Tebing Tinggi (Foto: Tangkapan Layar)
Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api di Tebing Tinggi (Foto: Tangkapan Layar)

Tebing Tinggi, MI - Kecelakaan maut terjadi di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, ketika sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak kereta api di pelintasan tanpa palang pintu. Insiden yang berlangsung di Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, pada Rabu (21/1/2026) itu menewaskan seluruh penumpang mobil, berjumlah sembilan orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP tersebut bergerak dari Medan menuju Kota Tebing Tinggi dengan membawa sembilan penumpang. Mobil tersebut kemudian melintasi rel kereta api tanpa palang pintu yang menjadi lokasi kejadian.

Pada saat bersamaan, Kereta Api Sri Bilah Utama KA U54 CC 2018344 yang melayani rute Kisaran–Medan melintas di lokasi kejadian. Kereta tersebut dikemudikan oleh masinis Hendrik Santoso (37) bersama asisten masinis Goklas Junior (35). Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan mobil Avanza terseret sekitar 20 meter hingga membuat kereta berhenti.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi mengalami luka berat dan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan. Sementara delapan penumpang tewas di tempat kejadian, termasuk dua anak. 

Saksi mata mengungkapkan, warga sempat memperingatkan pengemudi agar tidak melintas karena kereta api akan lewat. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan. 

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 18.47 WIB.

“Kecelakaan terjadi saat mobil melintasi perlintasan rel dan pada waktu bersamaan kereta api sedang melaju. Benturan menyebabkan kendaraan terseret sekitar 300 meter dari lokasi awal,” kata Iptu Budi, dikutip Kamis (22/1/2026).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi di pelintasan sebidang ilegal pada kilometer 83+300, petak jalan antara Stasiun Laut Tador dan Stasiun Tebing Tinggi. Kereta yang terlibat adalah KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. 

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Keselamatan menjadi perhatian utama dan kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur kereta api,” ucap Anwar.

Anwar menjelaskan, masinis telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebagai tanda peringatan sebelum melintas di lokasi kejadian. Namun, mobil tiba-tiba menerobos perlintasan sebidang tanpa palang pintu, sehingga benturan dengan kereta api tidak dapat dihindari.

Insiden tersebut menyebabkan lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan sempat tidak dapat melanjutkan perjalanan. Setelah dilakukan perbaikan, kereta kembali diberangkatkan dari Stasiun Tebing Tinggi menuju Medan pada pukul 19.56 WIB, dengan keterlambatan sekitar 84 menit dari jadwal semula.

Topik:

kecelakaan-kereta-api mobil-avanza kota-tebing-tinggi