Politisi Gerindra Berharap Presiden Segera Angkat Guru Honor Jadi ASN
Jakarta, MI - Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung berharap Presiden Prabowo Subianto membuat kebijakan untuk mengangkat guru honorer sebagai ASN seperti pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ASN PPPK.
Menurut La Tinro, Komisi X DPR RI sudah menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk disampaikan kepada Presiden.
"Satu-satunya jalan harus ada solusi dan sudah ada hasil pertemuan dengan Pak Menteri segera dikoordinasikan dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kementerian terkait. Dan mudah-mudahan solusinya akan segera terwujud," kata La Tinro kepada monitorindonesia.com, Jumat (23/1/2026).
Sebab, guru-guru yang ada, bahkan sudah mengabdi 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang 15 tahun, mulai tenaga honorer sampai sekarang belum diangkat menjadi ASN, dari gaji Rp300 ribu, Rp500 ribu per bulan dan masih sangat kecil yang didapatkan selama ini.
"Kami anggota Komisi X mengharapkan agar mereka (guru) terangkat sebagai ASN dan bagaimana guru-guru bisa menghidupi keluarga mereka dengan layak dan pantas," ungkap anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra tersebut.
La Tinro juga meminta Kemdikdasmen agar penempatan guru-guru tidak hanya di daerah-daerah perkotaan, tapi juga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
"Jumlah guru yang ada di indonesia sebenarnya sudah memenuhi standar, artinya, boleh dikatakan sudah cukup tapi pendistribusian guru-guru ini yang tidak terdistribusi dengan baik. Artinya, di kabupaten/kota yang kelebihan guru, tapi disisi lain di daerah tertinggal, daerah 3T, daerah yang marjinal sangat kurang dan itu juga mendapat pertanyaan dan akan menjadi perhatian dari Mendikdasmen," ungkap La Tinro.
Ia menyebutkan, pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ASN PPPK menimbulkan pertanyaan bagi anggota Komisi X DPR.
"Secara pribadi-pribadi, tentu walaupun ada yang merasa kurang enak. Jangankan guru-guru, kami sebagai anggota dewan, khususnya anggota Komisi X DPR mempertanyakan hal itu. Karena hal menyolok, baru masuk, misalnya pegawai SPPG, disisi lain guru yang sudah banyak memberikan pengorbanan yang begitu besar, belum tersentuh," ungkap anggota DPR RI dari dapil Sulsel III itu.
Di akhir 2025, diperkirakan masih ada sekitar 2,6 juta guru honorer atau 56 persen dari total guru di Indonesia. Banyak guru honorer yang masih berstatus non-ASN menerima gaji di bawah UMK dan berharap diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Topik:
La Tinro La Tunrung Guru Honor ASN Komisi X DPRBerita Sebelumnya
KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Terkait Kasus Korupsi Haji
Berita Selanjutnya
PLN Libatkan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan PLTN Pertama Indonesia
Berita Terkait
Siswa SD di NTT Tewas Diduga Karena Buku Sekolah, DPR Desak Investigasi Menyeluruh
17 jam yang lalu
Dua Profesor UHO Rangkap Jabatan Plt Berbulan-bulan, Dugaan Maladministrasi Kian Terang
30 Januari 2026 14:39 WIB
KPK Ketatkan Aturan Gratifikasi, Lewat 30 Hari Bisa jadi Milik Negara
28 Januari 2026 20:06 WIB