PLN Libatkan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan PLTN Pertama Indonesia
Jakarta, MI - General Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Ketenagalistrikan, Mochammad Soleh, mengajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi PLN (ITPLN) untuk berkolaborasi dalam pengembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.
“ITS sebagai salah satu fondasi penting teknologi di Indonesia. Dengan kekuatan teknologinya yang banyak dapat dikembangkan di ITS," ujarnya di Surabaya, Jumat (23/1/2026).
Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia memiliki PLTN pertama pada 2032. Target tersebut telah dicanangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Soleh menjelaskan bahwa pembangunan PLTN direncanakan berlangsung di wilayah Sumatera dan Kalimantan dengan masing-masing berkapasitas hingga 250 Mega Watt (MW).
Menurutnya, satu unit pembangkit listrik membutuhkan sekitar 200 tenaga kerja untuk operasional dan fungsi pendukung. Dengan rencana pembangunan dua pembangkit, kebutuhan sumber daya manusia diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.
“Mungkin total sampai dengan tenaga pendukungnya kita butuh sampai seribu orang yang siap mengoperasikan dan mendukung operasional PLTN-nya. Kan tidak hanya operatornya, tapi juga penyedia jasa pendukung lainnya,” tuturnya.
Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Agus Muhamad Hatta, menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk mengikuti jejak negara-negara yang telah berhasil mengoperasikan PLTN secara aman.
Ia menyebut pengalaman negara lain menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam engadopsi teknologi serupa.
Agus menjelaskan, pengembangan teknologi untuk PLTN memerlukan dukungan dari talenta-talenta terbaik dari berbagai disiplin ilmu dan ITS siap untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Menurutnya, ITS memiliki sejumlah program studi yang relevan untuk mendukung pengembangan PLTN, mulai dari teknik elektro, teknik mesin, teknik fisika, dan Rekayasa Keselamatan Proses (RKP).
“Tentu ke depan core teknik nuklir ini juga perlu agar bagaimana riset nuklir ini yang sudah ada bisa dikembangkan, bisa diadaptasi, bahkan dimungkinkan ada temuan-temuan pembangkit nuklir yang inovatif versi Indonesia,“ ujar Agus.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama & Usaha ITPLN, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi agar keunggulan PLTN dalam transisi energi dapat terwujud.
Ia menilai pemanfaatan nuklir dapat menjadi diversifikasi sumber energi yang strategis, sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.
“PLTN nanti mau bangun keamanan yang baseload, istilahnya menggantikan PLT Batu Bara. Sudah andal, bersih, dan harapan kita murah, karena sumber daya bahan bakarnya ada di dalam negeri,” tutur Ahsin.
Topik:
pln pltn institut-teknologi-sepuluh-nopember itplnBerita Terkait
BPK Ungkap Investasi PLN Rp1,97 T Belum Memberi Manfaat, Rp229,73 M Berpotensi Sunk Cost
19 Januari 2026 14:00 WIB
BPK Ungkap Beban Raksasa di Proyek Smelter Antam: Rp719,9 M Hak PLN Tak Kunjung Diterima
19 Januari 2026 08:00 WIB