Skandal Iklan Bank BJB Menggulung: KPK Isyaratkan Tersangka Baru, Aliran Dana Rp222 M Dibongkar
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal kuat bakal menambah daftar tersangka dalam skandal dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyidik disebut masih menggali alat bukti dan memetakan peran para pihak yang diduga menikmati aliran dana haram ratusan miliar rupiah.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, penyidikan belum menyentuh garis akhir. Penetapan tersangka baru disebut sepenuhnya bergantung pada kebutuhan penyidik untuk membongkar konstruksi perkara secara utuh, termasuk pihak-pihak yang selama ini hanya berstatus saksi.
“Pemeriksaan itu saya yakin dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026).
KPK juga membuka peluang memanggil ulang saksi-saksi lama jika dinilai masih menyimpan potongan fakta penting. Langkah tersebut menegaskan bahwa perkara ini belum selesai dan masih menyisakan banyak ruang gelap yang harus dibuka.
“Kalau memang masih dibutuhkan, ya bisa dipanggil lagi. Semua menyesuaikan kebutuhan penyidik,” ujarnya menegaskan.
Dalam pusaran perkara ini, KPK telah memeriksa sejumlah nama yang menyedot perhatian publik, termasuk mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan selebgram Lisa Mariana. Pemeriksaan diarahkan untuk menelusuri dugaan aliran dana hasil pengkondisian proyek iklan Bank BJB ke berbagai pihak di luar struktur resmi perbankan.
Setyo memastikan, penanganan perkara korupsi Bank BJB tidak akan berhenti di tengah jalan. Menurutnya, perkara sudah naik ke tahap penyidikan dan telah ada penetapan tersangka, sehingga mustahil dihentikan tanpa kejelasan hukum.
“Karena tahapannya sudah penyidikan dan ada tersangka, tidak mungkin kemudian berhenti begitu saja,” tegasnya.
Kasus ini bermula dari dugaan pengkondisian proyek pengadaan iklan Bank BJB dengan nilai fantastis, mencapai sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp222 miliar atau hampir separuhnya diduga dialihkan ke dana non-budgeter yang dikelola oleh corporate secretary (corsec) Bank BJB.
Dana non-budgeter inilah yang diduga menjadi sumber bancakan, mengalir ke sejumlah pihak di luar mekanisme resmi. Penyidik KPK bahkan mendalami dugaan aliran dana dari Ridwan Kamil ke beberapa nama, termasuk aktris Aura Kasih dan selebgram Lisa Mariana.
Saat diperiksa, Ridwan Kamil membantah menerima aliran dana korupsi tersebut. Sebaliknya, Lisa Mariana mengaku menerima uang yang disebut berasal dari Ridwan Kamil. Sementara itu, hingga kini Aura Kasih belum memenuhi panggilan penyidik KPK.
Dengan fakta-fakta yang saling bertabrakan dan nilai kerugian negara yang jumbo, publik kini menanti keberanian KPK untuk menembus lapisan kekuasaan dan popularitas, serta membuktikan bahwa hukum benar-benar tajam ke atas, bukan hanya ke bawah.
Topik:
KPK korupsi Bank BJB kasus iklan BJB tersangka baru aliran dana dana non-budgeter Ridwan Kamil selebritas skandal korup