Tabrakan Maut Kereta Cepat di Spanyol, 39 Orang Tewas
Jakarta, MI - Tabrakan kereta api maut terjadi di wilayah selatan Spanyol dan menewaskan sedikitnya 39 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini disebut sebagai kecelakaan kereta terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir, menurut keterangan Garda Sipil Spanyol.
Kecelakaan terjadi pada Minggu (18/1/2026) malam di Adamuz, ketika kereta yang melaju menuju Madrid anjlok dari rel dan berpindah ke jalur berlawanan, lalu bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan.
Pengelola jaringan perkeretaapian menyebutkan, sekitar 400 penumpang dan staf berada di dalam kedua kereta saat insiden terjadi. Tim layanan darurat telah menangani 122 orang, dengan 43 orang—termasuk empat anak—masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 12 orang dewasa dan satu anak berada dalam kondisi perawatan intensif.
Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, mengatakan jumlah korban tewas “belum final”, seiring pihak berwenang memulai penyelidikan atas insiden tersebut.
Puente menggambarkan insiden tersebut sebagai sesuatu yang “sangat aneh”. Ia menyebut kepada wartawan di Madrid bahwa seluruh pakar perkeretaapian yang dikonsultasikan pemerintah “sangat kebingungan dengan kecelakaan ini”.
Operator jaringan kereta api Adif menjelaskan, tabrakan terjadi pada pukul 19.45 waktu setempat (18.45 GMT), sekitar satu jam setelah kereta berangkat dari Málaga menuju Madrid, ketika kereta tersebut anjlok di jalur lurus dekat Kota Córdoba.
Ia menerangkan, kuatnya benturan mendorong gerbong kereta kedua hingga menghantam tanggul. Ia menambahkan, sebagian besar korban tewas dan luka berada di gerbong depan kereta kedua yang saat itu melaju ke selatan dari Madrid menuju Huelva.
"Kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Freccia 1000, yang mampu melaju dengan kecepatan maksimum 400 km/jam," ujar juru bicara perusahaan kereta api Italia Ferrovie dello Stato, dikutip dari Reuters.
Tim penyelamat mengatakan bahwa puing-puing kereta yang terpelintir menyulitkan proses evakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong.
Kepala pemadam kebakaran Córdoba, Francisco Carmona, mengungkapkan “Kami bahkan harus mengevakuasi jenazah terlebih dahulu untuk bisa menjangkau korban yang masih hidup. Ini pekerjaan yang berat dan penuh tantangan.”
Topik:
kereta-cepat kecelakaan-kereta spanyolBerita Sebelumnya
Jepang Diguncang Judi Politik Takaichi: Parlemen Dibubarkan, Rakyat Dipaksa Memilih Cepat
Berita Selanjutnya
PBB Krisis Keuangan, Negara Anggota Banyak Menunggak Iuran
Berita Terkait
Rosan Bakal Ajak Purbaya ke China untuk Negosiasi Utang Kereta Cepat
26 November 2025 12:34 WIB
WIKA Belum Terima Pembayaran Rp5 Triliun dari Proyek Kereta Cepat Whoosh
12 November 2025 14:35 WIB