Kosta Rika, Negara Aman dan Nyaman Tanpa Tentara

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 6 Januari 2026 21:38 WIB
Kosta Rika (Foto: Istimewa)
Kosta Rika (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI -Bayangkan sebuah negara kecil di Amerika Tengah tanpa tentara, tanpa tank, tanpa jet tempur, dan tanpa wajib militer. Namun, tetap aman, damai, dan makmur. Kosta Rika, negara yang membuktikan bahwa keamanan tidak selalu tentang meriam dan misil, tapi bisa lahir dari pendidikan, kesejahteraan, dan diplomasi cerdas.

Sejak 1948, Kosta Rika mengambil keputusan berani: membubarkan tentara dan mengalihkan anggaran pertahanan ke sektor yang benar-benar membangun bangsa, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Hasilnya? Negara ini kini menjadi salah satu yang paling makmur dan damai di dunia, jauh lebih stabil daripada banyak negara yang menghabiskan miliaran dolar untuk senjata tiap tahun.

Keputusan ini bukan sekadar aksi simbolis. Kosta Rika memiliki sejarah politik yang bergolak, dengan kudeta dan ketegangan militer di awal abad ke-20. Namun, melalui pilihan uniknya, negara ini berhasil menulis ulang definisi keamanan: tanpa tentara, tapi tetap aman.

Pada 1917, seorang perwira militer, Federico Tinoco, mengambil alih kekuasaan melalui kudeta. Kepemimpinannya yang otoriter hanya bertahan dua tahun sebelum ia digulingkan oleh gerakan rakyat. Setelahnya, negara ini kembali ke jalur demokrasi, kendati ketidakstabilan masih menghantui.

Puncaknya terjadi pada 1948, saat hasil pemilu yang memenangkan Otilio Ulate Blanco dipertanyakan oleh pemerintah yang berkuasa. Konflik ini memicu perang saudara yang berlangsung selama 44 hari dan menewaskan sekitar 2.000 orang. Perang ini menjadi yang paling berdarah dalam sejarah Kosta Rika. Pada akhirnya, kelompok pemberontak yang dipimpin José Figueres Ferrer keluar sebagai pemenang.

Alih-alih mempertahankan kekuasaannya dengan militer seperti yang umum terjadi di Amerika Latin, Figueres justru mengambil langkah radikal: membubarkan tentara. Pada 1 Desember 1948, ia secara simbolis menghancurkan tembok markas militer di San José dan mengumumkan bahwa Kosta Rika tidak akan lagi memiliki angkatan bersenjata. Keputusan ini dikukuhkan dalam konstitusi setahun kemudian, sehingga menjadikan negara ini sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia tanpa militer permanen.

Bagaimana Kosta Rika Bisa Aman Tanpa Tentara?

Alih-alih memiliki militer, Kosta Rika mengandalkan kepolisian nasional yang fokus menjaga keamanan dalam negeri. Negara ini juga menjalin perjanjian pertahanan dengan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, sehingga serangan terhadapnya akan menimbulkan konsekuensi internasional.

Meski begitu, ancaman militer terhadap Kosta Rika nyaris tak pernah terjadi. Kuncinya: diplomasi aktif dan posisi netral dalam konflik global. Dengan tidak terlibat perang, Kosta Rika membangun reputasi sebagai negara damai. Bahkan, mereka menjadi tuan rumah Universitas untuk Perdamaian PBB, simbol nyata komitmen terhadap penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Karena tidak memiliki tentara, Kosta Rika bisa mengalokasikan anggaran yang biasanya untuk membeli tank dan senjata ke sektor yang lebih produktif. Hasilnya, negara ini memiliki sistem pendidikan dan kesehatan yang termasuk terbaik di Amerika Latin.

Pendidikan di Kosta Rika sangat maju dan salah satu yang terbaik di Amerika Latin dan Karibia. Dengan anggaran yang lebih besar, Kosta Rika bisa memberikan pendidikan gratis dan berkualitas untuk warganya. Tingkat melek hurufnya nyaris 98 persen, lebih tinggi dibanding banyak negara yang pamer kekuatan militer.

Anggaran pendidikan di Kosta Rika juga tergolong tinggi. Menurut data UNESCO, rata-rata belanja pendidikan negeri berpenduduk lima juta ini berkisar 5,25 persen dari PDB. Bahkan, sejak 2010, belanja pendidikan Kosta Rika di atas 6 persen dari PDB.

Sistem kesehatan Kosta Rika selevel negara maju, dengan layanan publik yang berkualitas dan terjangkau. Harapan hidup penduduknya mencapai 80 tahun, lebih tinggi dibanding banyak negara kaya, sehingga WHO menempatkan Kosta Rika di peringkat 36 dunia untuk sistem kesehatan.

Tak hanya sehat, orang Kosta Rika juga termasuk paling bahagia di dunia. Mereka konsisten berada di puncak Happy Planet Index (HPI), bahkan menempati peringkat pertama pada 2009 dan 2012.

Pada 2022, Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Kosta Rika berada di peringkat 64 dengan angka 0806, di jajaran negara-negara berkategori “very high human development”. Orang-orang Kosta Rika punya prinsip hidup yang disebut “Pura Vida”, yang menekankan gaya hidup santai, sederhana, dan otentik.

Kosta Rika juga serius soal pelestarian lingkungan. Sekitar 25 persen wilayahnya dilindungi sebagai taman nasional dan cagar alam, menjadikannya destinasi utama ekowisata dan salah satu negara paling hijau di dunia.

Kosta Rika dikenal memiliki tingkat korupsi yang rendah. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kosta Rika peringkat 45 di dunia dengan skor 55. Bandingkan dengan Indonesia yang skornya hanya 37 dan berada di peringkat 99 dunia.

Berbeda dengan banyak negara yang mengandalkan industri pertahanan untuk pertumbuhan ekonomi, Kosta Rika justru memilih jalur lain. Mereka mengandalkan pariwisata, pertanian, dan teknologi ramah lingkungan sebagai motor ekonomi.

Topik:

kosta-rika amerika-latin negara-tanpa-tentara