BULOG Catat Serapan Gabah Tertinggi di 2025, Siapkan Strategi Besar 2026

Rizal Siregar
Rizal Siregar
Diperbarui 2 Januari 2026 14:51 WIB
Dirut Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani  beberkan capaian tahun 2025. (Foto. Rizal Siregar)
Dirut Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani beberkan capaian tahun 2025. (Foto. Rizal Siregar)

Jakarta, MI - Perum BULOG mengawali tahun 2026 dengan memaparkan kinerja strategis sepanjang 2025 sekaligus mengumumkan arah kebijakan utama ke depan. 

Paparan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Awal Tahun yang digelar  di Kantor Pusat Perum BULOG, dihadiri Direktur Utama bersama jajaran Direksi.Jumat (2/1/2026).

Berbagai capaian yang disampaikan menunjukkan semakin kuatnya peran BULOG sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung agenda besar Asta Cita Pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menilai tahun 2025 menjadi periode penting bagi konsolidasi peran BULOG di seluruh mata rantai pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.

“Sepanjang 2025 kami memperkuat posisi BULOG sebagai penyangga utama stabilitas pangan. Fokus kami memastikan petani terlindungi, cadangan pangan terjaga, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar,” ujar Ahmad Rizal.

Sepanjang 2025 hingga akhir Desember, BULOG berhasil mengamankan pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3,19 juta ton. Angka tersebut berasal dari penyerapan 4,53 juta ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765 ribu ton beras.

Serapan GKP tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Menurut Ahmad Rizal, keberhasilan ini tidak terlepas dari kehadiran langsung BULOG di sentra-sentra produksi.

“BULOG hadir langsung di lapangan agar gabah petani terserap sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani,” tegasnya.

Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, mayoritas melalui skema penugasan PSO. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan harga dan pasokan jagung nasional

Dari sisi distribusi, BULOG menyalurkan 708 ribu ton Bantuan Pangan bagi masyarakat rentan sebagai bagian dari program perlindungan sosial. Sementara itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga dijalankan secara masif dengan penyaluran 803 ribu ton beras dan 51.211 ton jagung.

“Intervensi pasar kami lakukan secara terukur agar harga tetap stabil tanpa mengganggu mekanisme pasar, sekaligus melindungi konsumen dan produsen,” jelas Ahmad Rizal.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau, BULOG bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia. Program ini bahkan mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari MURI.

Hingga akhir 2025, stok pangan PSO yang dikelola BULOG berada di level 3,25 juta ton, melanjutkan tren penguatan cadangan setelah sempat mencapai titik tertinggi sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan tahun.

Dalam kondisi darurat, BULOG juga menunjukkan perannya sebagai garda pangan nasional dengan menyalurkan 14.227 ton bantuan bencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan harian, tetapi juga kesiapan negara merespons situasi darurat. BULOG memastikan bantuan pangan cepat tersedia dan tepat sasaran,” kata Ahmad Rizal.

Memasuki 2026, BULOG mendapatkan penugasan strategis untuk menyerap 4 juta ton setara beras, 1 juta ton jagung, serta menjalankan penyerapan 35 persen DMO minyak goreng bersama BUMN Pangan lainnya. BULOG juga ditugaskan menyalurkan 720 ribu ton Bantuan Pangan bagi 18 juta penerima serta 1,5 juta ton beras SPHP ke seluruh Indonesia.

“Ini adalah amanah besar dari negara. Target tersebut menjadi kunci agar hasil panen petani terserap optimal, harga tetap terkendali, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan hulu–hilir, BULOG juga merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan nasional.

Dengan fondasi kinerja yang solid sepanjang 2025 dan strategi yang terukur di tahun 2026, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menjadi tulang punggung stabilitas pangan nasional dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Topik:

BULOG Ketahanan Pangan Swasembada Pangan Cadangan Beras Pemerintah Serapan Gabah Asta Cita