50 Perusahaan Asal Finlandia Tertarik Kerja Sama di IKN, Menteri PUPR: Kami Berharap Bisa Membantu
Jakarta, MI - Menteri Perekonomian Finlandia Wille Rydman mengatakan ada 50 perusahaan terkemuka dari Finlandia yang melihat potensi besar dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lima puluh perusahaan itu tertarik bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan smart city di IKN.
“Sebagai salah satu negara yang paling terdigitalisasi, kami yakin Finlandia memiliki keahlian yang diperlukan oleh Indonesia dalam pembangunan smart city ini," kata Wille Rydman usai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin, (29/1).
Wille Rydman datang bersama para perwakilan dari 19 perusahaan asal Finlandia di Kantor Kementerian PUPR. Ia menyebutkan seluruh timnya berkomitmen penuh. "Dan siap bekerja sama sebagai satu tim dengan Indonesia dalam pembangunan smart city IKN ini,” katanya.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pemerintah tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Finlandia terkait pengembangan kota cerdas (smart city) di IKN.
Untuk mewujudkan smart forest city, pemerintah sedang mengembangkan sistem untuk mengoperasikan semua infrastruktur yang dibangun di IKN dalam satu pusat komando (command center) agar pelayanannya terintegrasi dan optimal.
"Kami harap Finlandia dapat membantu kami dalam pengembangan sistem ini,” kata Basuki.
Ia pun berharap Finlandia bisa mengirimkan tenaga ahli untuk ikut mengawasi proses pembangunan di IKN.
“Saat ini kami sudah memiliki kurator dan beberapa tenaga ahli lainnya yang mengawasi dan mengevaluasi seluruh proses pembangunan infrastruktur di IKN. Kami harap Finlandia juga dapat mengirimkan setidaknya satu orang tenaga ahli,” ucapnya.
Topik:
oikn investor pupr smart-cityBerita Sebelumnya
Naik Rp 9.000 Harga Emas Antam Jadi Rp 1.142 Juta per Gram
Berita Selanjutnya
Mahfud Md Sebut Ada Mafia Sawit yang Kebal Hukum, Siapa?
Berita Terkait
Pasar Bergejolak, Investor Perlu Menata Kembali Strategi Investasi
15 Februari 2026 19:20 WIB
IHSG Rontok, Saham Gorengan Diselidiki: Pasar Dibakar, Penegakan Hukum Baru Bergerak
31 Januari 2026 15:59 WIB