Pasar Bergejolak, Investor Perlu Menata Kembali Strategi Investasi

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 15 Februari 2026 10 jam yang lalu
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Di tengah kondisi pasar keuangan yang bergerak cepat dan penuh volatilitas, Mirae Asset Sekuritas mengingatkan investor agar tidak terpancing euforia jangka pendek dan tetap berpegang pada strategi investasi yang disiplin. Diversifikasi dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah fluktuasi pasar.

Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas, Francisca Gerungan menyebut volatilitas saat ini justru menjadi momentum refleksi bagi investor untuk menata kembali strategi investasinya.

"Dalam situasi pasar yang cenderung spekulatif, investor sebaiknya tidak mengejar momentum sesaat. Diversifikasi menjadi strategi yang semakin krusial untuk menjaga portofolio tetap stabil," kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).

Francisca menjelaskan, reksa dana dapat menjadi pilihan efektif, khususnya bagi investor pemula yang belum memiliki kapasitas melakukan analisis saham secara mendalam. 

Hingga Januari 2026, komposisi investor reksa dana di Mirae Asset Sekuritas masih didominasi nasabah ritel sebesar 99%, dengan pertumbuhan jumlah investor ritel mencapai 15% secara tahunan (year-on-year).

Menurut dia, reksa dana menawarkan diversifikasi otomatis, baik dari sisi sektor maupun kelas aset, serta dikelola secara profesional dan konsisten oleh manajer investasi. Pendekatan ini dinilai lebih relevan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu dibandingkan strategi spekulatif jangka pendek.

"Pendekatan investasi yang terukur dan sesuai profil risiko jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar pergerakan pasar harian,” tegas Francisca.

Untuk strategi yang lebih defensif, ia menyarankan investor mempertimbangkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. 

Sementara bagi investor yang ingin tetap menangkap peluang kenaikan pasar saham secara bertahap, reksa dana campuran dinilai memberikan fleksibilitas lebih karena memungkinkan penyesuaian alokasi saham dan obligasi secara dinamis.

Francisca menegaskan, diversifikasi bukan untuk menghilangkan risiko sepenuhnya, melainkan mengelolanya agar tetap sejalan dengan tujuan investasi.

Investor, misalnya, dapat mengombinasikan porsi dominan pada reksa dana dengan sebagian kecil investasi saham langsung, sesuai dengan tingkat toleransi risikonya masing-masing.

"Pasar yang fluktuatif bukan alasan untuk keluar sepenuhnya, tetapi justru saat yang tepat untuk membangun portofolio yang lebih seimbang dan rasional. Kuncinya ada pada konsistensi dan disiplin,” pungkasnya.

Topik:

ihsg pasar-saham-bergejolak investor