Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi Bergerak Mendatar di Level 8.100-8.300

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 13 Februari 2026 5 jam yang lalu
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Jumat (13/2/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,21% ke level 8.265,3.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas mengungkapkan pelemahan IHSG terjadi setelah reli selama tiga hari berturut-turut. Tekanan terutama dipicu oleh aksi ambil untung menjelang libur panjang (long weekend).

Di tengah ketidakpastian pasar, investor masih cenderung menerapkan strategi trading jangka pendek. Secara sektoral, sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam, sementara sektor barang baku menjadi yang paling menguat.

Dari pasar valuta asing, rupiah melemah ke level Rp16.810 per dolar AS pada Kamis (12/2), seiring penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama. Penguatan dolar dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan, sehingga menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Analisis Teknikal Pergerakan IHSG

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA200, meskipun gagal mempertahankan posisi di atas 8.300. Meski terdapat indikasi distribusi akibat profit taking, histogram negatif MACD terus menyempit dan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.

“IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 8.180–8.300 pada perdagangan Jumat ini, menjelang libur Tahun Baru Imlek,” tulis Phintraco Sekuritas.

Dari dalam negeri, pasar menanti sarasehan ekonomi yang akan digelar Prabowo Subianto untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional serta respons pemerintah terhadap dinamika global. 

Pertemuan ini diharapkan meredakan kekhawatiran pasar menyusul keputusan Moody's Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Sementara itu, dari global, investor mencermati data inflasi AS Januari 2026 yang diperkirakan 2,5% (YoY), melambat dari 2,7% pada Desember 2025. Inflasi inti juga diproyeksikan turun menjadi 2,5% (YoY) dari 2,6% sebelumnyadata penting setelah rilis nonfarm payrolls yang solid.

Rekomendasi Saham

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham: Semen Indonesia (SMGR), Astra International (ASII), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), dan Samudera Indonesia (SMDR).

Topik:

ihsg indeks saham emiten