Dua Bibit Siklon Aktif, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jawa hingga Kalimantan
Jakarta, MI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Jumat (16/1/2026). Peringatan ini menyusul kemunculan dua bibit siklon tropis yang secara bersamaan memengaruhi kondisi atmosfer di Tanah Air.
Dua bibit siklon tersebut memicu lonjakan curah hujan di berbagai daerah, dengan hujan lebat di Pulau Jawa, serta hujan petir di wilayah Kalimantan.
Prakirawan BMKG Puji Sibuea menjelaskan, cuaca ekstrem dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon 91W yang berada di wilayah utara dan Bibit Siklon 96S di wilayah selatan Indonesia. Kombinasi kedua sistem ini membentuk daerah pertemuan angin yang menyuburkan pertumbuhan awan hujan.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan juga Maluku," kata Puji dalam siaran BMKG.
Selain peringatan level provinsi tersebut, BMKG merinci prakiraan cuaca spesifik untuk kota-kota besar di Indonesia. Puji menyoroti dua kota di Kalimantan yang berpotensi dilanda hujan yang disertai kilat atau petir.
"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terhadap potensi hujan petir di Tanjung Selor dan juga Samarinda," ujarnya.
Kemudian, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur kota Bengkulu, Jakarta, dan Semarang. Adapun wilayah Pekanbaru dan Palu diprediksi mengalami gangguan jarak pandang akibat kabut atau udara kabur (haze).
Berikut rincian prakiraan kondisi cuaca di sejumlah kota besar lainnya:
-Hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Banjarmasin, Bali hingga Nusa Tenggara, Makassar, Ambon, dan sebagian besar Papua.
-Sementara itu, cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan menyelimuti Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangkaraya, Ternate, Nabire, dan sebagian besar Sulawesi.
Dampak Dua Bibit Siklon
Puji menjelaskan, kondisi cuaca tersebut turut dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon 91W yang terdeteksi di pesisir timur Filipina. Sistem ini tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dengan tekanan 1.000 hPa dan bergerak ke arah barat laut.
Bibit Siklon 91W diperkirakan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 jam mendatang.
"Bibit siklon tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Laut Sulu dan Samudera Hindia Timur Filipina," kata Puji.
Kondisi ini juga memicu terbentuknya konvergensi angin yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Pulau Halmahera hingga Papua.
Sementara itu, di belahan selatan, Bibit Siklon 96S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin 20 knot.
Kendati peluangnya berkembang menjadi siklon tropis relatif kecil, pergerakan sistem ini ke arah barat daya menciptakan daerah perlambatan angin di pesisir selatan Jawa Timur hingga Bali, yang memperkuat potensi hujan di wilayah tersebut.
Topik:
bmkg cuaca bibit-siklon-91w bibit-siklon-96sBerita Sebelumnya
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia
Berita Selanjutnya
BMKG: Jakarta Pagi Ini Hujan Ringan, Siang Berawan
Berita Terkait
Cuaca Ekstrem Makin Menggila, BMKG Tegaskan Perubahan Iklim Nyata dan Ancam Indonesia
11 jam yang lalu
Waspada! Hujan Sedang-Lebat Bakal Guyur Jabodetabek hingga 5 Februari 2026
2 Februari 2026 07:46 WIB