Cadangan Migas Baru di Blok Mahakam, Gunhar: Kabar Baik untuk Ketahanan Energi

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 31 Desember 2025 09:12 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar (Foto: Dok MI)
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, memberikan apresiasi atas penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru di Blok Mahakam lepas pantai Kalimantan Timur, yang dilakukan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Menurutnya, temuan ini menjadi kabar baik bagi ketahanan energi nasional.

“Saya mengapresiasi kerja SKK Migas dan Pertamina Hulu Mahakam atas penemuan sumber minyak dan gas ini. Ini menjadi angin segar bagi sektor energi nasional,” ujar Gunhar dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Gunhar berharap cadangan baru ini dapat membantu memenuhi kebutuhan minyak nasional yang saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.

“Kita berharap temuan ini bisa berkontribusi nyata untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Gunhar.

Gunhar juga menyoroti persoalan antrean BBM yang belakangan muncul di sejumlah daerah. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi migas perlu diiringi dengan perbaikan pengelolaan distribusi energi.

“Di tengah isu antrean BBM yang semakin masif, saya berharap pada 2026 mendatang persoalan ini bisa mulai teratasi,” jelasnya.

Selain itu, Gunhar mendorong Pertamina dan SKK Migas untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor migas nasional.

“Kita berharap Pertamina dan SKK Migas semakin sukses dan mampu mengembalikan kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Gunhar juga menekankan urgensi pembahasan revisi Undang-Undang Migas untuk memperkuat kinerja sektor energi nasional. Ia menegaskan perlunya langkah tegas terhadap praktik mafia migas.

“Revisi UU Migas harus segera dibahas. Mafia-mafia migas harus dibasmi sampai ke akar-akarnya agar kita benar-benar berdaulat di bidang energi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan penemuan migas di Sumur Eksplorasi Metulang Deep MDX-1. PHM telah menyelesaikan pemboran dan melakukan uji sumur pada Selasa (30/12/2025).

Pengujian dilakukan pada dua lapisan reservoar di kedalaman 1.655–1.679 meter measured depth (mMD) serta interval 1.682–1.683,5 mMD. Reservoir hidrokarbon berada pada batuan pasir (sandstone) struktur Sepinggan Carbonate Sequence. Dari uji 1/2 open hole, diperoleh produksi minyak sebesar 2.840 barel per hari (bph) dan gas sekitar 4 juta standar kaki kubik per hari (SCFD). Produksi disebut berpotensi meningkat jika dilakukan uji open choke 64/64.

Topik:

dpr-ri yulian-gunhar migas skk-migas pt-pertamina-hulu-mahakam energi