Buruh Bakal Demo Tolak UMP Jakarta 2026, Pramono Tegaskan Proses Penetapan Transparan

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 29 Desember 2025 11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para buruh yang akan menggelar aksi unjuk rasa menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 pada Senin (29/12/2025).

Pramono menekankan, penetapan UMP Jakarta 2026 telah dilakukan melalui proses yang transparan.

"Sehingga dengan demikian kalau di Jakarta relatif sebenarnya pembahasannya transparan, terbuka," kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Dia menambahkan, mayoritas massa aksi yang akan hadir berasal dari luar Jakarta. "Memang akan ada demo, demo ini sebagian besar dari daerah, tetapi tentunya demonya di Jakarta. Kami akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk itu," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa UMP Jakarta menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain, dengan nilai UMP Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp5.729.876 atau sekitar Rp5,7 juta.

"Jakarta sekarang ini sebenarnya UMP-nya dibandingkan dengan provinsi mana pun, paling tinggi," tuturnya.

Selain menetapkan UMP tertinggi, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan berbagai insentif bagi para buruh.

"Maka untuk itu saya sudah memutuskan hal yang berkaitan dengan transportasi bagi tenaga kerja buruh gratis, yang kedua adalah subsidi untuk pangan, dan kemudian subsidi untuk PAM Jaya kalau mereka menggunakan air," pungkasnya.

Topik:

ump-jakarta-2026 pramono-anung demo-buruh