Ketua, Wakil dan Juru Sita PN Depok Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Jakarta, MI - Palu keadilan kembali bergaung sumbang. Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Depok bukan sekadar penindakan biasa, tapi sinyal keras bahwa ruang sidang pun bisa terkontaminasi jika integritas runtuh. Tiga orang dari lingkungan Pengadilan Negeri Depok dikabarkan terjaring, termasuk pucuk pimpinan pengadilan.
Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Hery Supriyono, membenarkan kabar penangkapan itu berdasarkan informasi awal yang ia terima.
“Info yang saya terima ada tiga orang dari PN Depok yaitu wakil, ketua, dan juru sita,” ujarnya di Depok, Jumat (6/2/2026).
Namun, ia mengaku belum mengetahui detail perkara yang menjerat bawahannya. Nada suaranya menunjukkan pukulan moral yang tidak ringan.
“Kalau detailnya saya belum tahu. Dengan kejadian tersebut tentunya saya merasa terpukul atas kejadian tersebut dan merasa prihatin,” kata Hery.
Di sisi lain, Ketua KPK Setyo Budiyanto masih menahan diri menyebut identitas pihak yang diamankan. Ia hanya memastikan operasi menyasar unsur penyelenggara negara dan swasta.
“Pastinya ada beberapa orang dari penyelenggara negara dan pihak swasta yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ujarnya.
Saat didesak soal nama pimpinan PN Depok, jawabannya singkat dan menggantung: “Saat ini masih berproses. Detailnya nanti dari Jubir KPK.”
Dugaan sementara mengarah pada suap dalam pengurusan perkara sengketa lahan. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap timnya memergoki langsung transaksi mencurigakan.
“Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan. Ada delivery, ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum,” kata Asep di Gedung KPK.
Bukan hanya orang yang diamankan, KPK juga langsung menyegel tiga ruangan di PN Depok. Hery Supriyono menjelaskan ruang yang disegel adalah milik juru sita, wakil ketua, dan ketua pengadilan. “Yang disegel ruangan juru sita, Wakil dan Ketua… yang jelas sementara yang ada di sini, ruangan beliau-beliau itu yang disegel,” ungkapnya.
Hery menyebut kedatangannya ke PN Depok sebagai bentuk dukungan moral agar pelayanan publik tetap berjalan. “Saya datang sebagai bentuk dukungan moril… supaya dia tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Namun publik tentu sulit menutup mata. Ketika ruang pimpinan pengadilan disegel KPK dan uang diduga berpindah tangan di balik perkara, luka yang timbul bukan hanya pada institusi — tapi pada rasa percaya masyarakat terhadap keadilan itu sendiri.
Topik:
OTT KPK KPK PN Depok suap hakim korupsi peradilan sengketa lahan hakim ditangkap ruang hakim disegel aparat penegak hukum berita hukum