Trump Bikin Heboh, Klaim Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 15 Januari 2026 08:13 WIB
Trump Mengumumkan Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela (Foto: Reuters)
Trump Mengumumkan Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela (Foto: Reuters)

Jakarta, MI - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan global setelah mengunggah sebuah postingan di platform media sosialnya, Truth Social, yang menyebut dirinya sebagai “Acting President of Venezuela” atau Presiden Sementara Venezuela, Minggu (11/1/2026). 

Dalam unggahannya, Trump memajang foto resmi dirinya lengkap dengan keterangan: Presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat, serta tambahan klaim bahwa ia adalah Presiden Sementara Venezuela sejak Januari 2026. Ia juga mencantumkan status “Incumbent January 2026.” 

Dilaporkan oleh The Telegraph pada Senin (12/1/2026), unggahan itu muncul menyusul eskalasi ketegangan awal bulan ini, ketika AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dikabarkan ditangkap dan diterbangkan ke New York. Keduanya kemudian didakwa atas tuduhan konspirasi narkoterorisme oleh otoritas Amerika Serikat.

Menjelaskan sikap Washington, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.

“Kami akan mengelola Venezuela sampai ada transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Kami tidak bisa mengambil risiko jika Venezuela diambil alih oleh pihak lain yang tidak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela,” ujar Trump.

Di tengah klaim Trump tersebut, Venezuela telah menunjuk pemimpin sementara untuk menjalankan roda pemerintahan. Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodriguez secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pekan lalu, menyusul penahanan Maduro.

Trump kemudian mengaitkan rencana transisi Venezuela dengan cadangan minyak negara itu. Ia menyatakan bahwa otoritas interim akan menyerahkan antara 30 juta sampai 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang sebelumnya dikenai sanksi kepada Amerika Serikat untuk dijual dengan harga pasar.

Mengenai pengelolaan hasil penjualan minyak itu, Trump menegaskan bahwa hasilnya akan berada di bawah kontrol langsungnya sebagai Presiden AS, dan ia berencana memastikan dana tersebut dimanfaatkan demi kepentingan rakyat kedua negara.

“Uang itu akan saya kendalikan untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat. Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana ini,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibongkar di pelabuhan Amerika Serikat.

Topik:

donald-trump venezuela presiden-sementara