Mentan Amran: Harga Pangan Tak Boleh Melebihi HET Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Jakarta, MI - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan harga pangan nasional tidak boleh dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Penegasan ini disampaikan karena kondisi produksi dan stok pangan nasional dinilai melimpah.
Amran menjelaskan, berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus yang kuat. Bahkan untuk komoditas yang belum swasembada, stoknya masih dinilai aman.
"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang sudah swasembada ada sembilan komoditas. Yang belum pun stoknya cukup. Jadi tidak boleh ada permainan harga," ungkap Amran dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Sabtu (14/2/2026).
Sembilan Komoditas Surplus
Komoditas yang telah swasembada dan mengalami surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Surplus ini menjadi penyangga utama untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Amran mencontohkan stok beras nasional yang saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Pada Februari 2026, stok beras mencapai sekitar 3,4 juta ton, jauh di atas kondisi normal 1–1,5 juta ton.
Pemerintah juga menyiapkan cadangan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.
"Tidak ada alasan harga beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng juga melimpah, stok pemerintah 700 ribu ton dengan harga maksimal Rp15.700. Daging ayam HAP Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh," ungkap dia.
Dari sisi produksi, data Badan Pusat Statistik menunjukkan potensi panen padi masih meningkat pada awal 2026. Pada Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi beras pada periode yang sama diperkirakan mencapai 10,16 juta ton, meningkat 15,79% secara tahunan.
Selain itu, ketersediaan daging dan protein hewani juga berada pada level aman. Beberapa komoditas bahkan telah menembus pasar ekspor, menandakan kapasitas produksi dalam negeri yang kuat.
Pengawasan Diperketat
Untuk memastikan harga tetap terkendali, pemerintah akan memperkuat pengawasan stok dan distribusi melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan.
Fokus pengawasan diarahkan pada pelaku usaha besar di hulu, seperti pabrik dan distributor utama.
"Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Yang diawasi adalah sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil," pungkas Amran.
Topik:
mentan-amran harga-pangan idulfitri-2026 ramadan-2026Berita Terkait
Pedagang Daging Mogok Jualan, Mentan Amran Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Manipulasi Harga
22 Januari 2026 17:05 WIB
Mentan Sita dan Musnahkan 133,5 Ton Bawang Bombai Ilegal di Semarang
10 Januari 2026 13:50 WIB