IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Bidik Level 8.200 Hari Ini

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 11 Februari 2026 12 jam yang lalu
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)
Ilustrasi papan pergerakan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (11/2/2026), setelah sehari sebelumnya naik 1,24% ke level 8.131,7.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, seluruh sektor saham ditutup menguat, dengan kenaikan terbesar berasal dari sektor barang konsumen primer. Meski sempat dibuka melemah, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup di zona hijau.

Penundaan index review Indonesia oleh FTSE Russell hingga Maret 2026 dinilai tidak memberikan tekanan berarti ke pasar. Pasalnya, keputusan tersebut sudah diantisipasi oleh investor, seiring masih berjalannya proses reformasi di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik juga mulai pulih. Sentimen positif ini didukung oleh penguatan bursa global, kenaikan harga komoditas, serta penguatan nilai tukar rupiah.

Di pasar valuta asing, rupiah melanjutkan penguatan ke level Rp16.790 per dolar AS. Penguatan ini didorong oleh melemahnya dolar AS, setelah muncul laporan bahwa regulator China meminta lembaga keuangan menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS.

Dari sisi teknikal, IHSG mampu bertahan di atas level MA5. Indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif, sementara Stochastic RSI masih melanjutkan fase reversal. Kondisi ini membuka peluang lanjutan penguatan indeks.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguji level 8.200–8.215 pada perdagangan hari ini," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Dari dalam negeri, data penjualan ritel pada Desember 2025 tumbuh 3,5% secara tahunan, melambat dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,3%. 

Meski demikian, penjualan ritel masih mencatatkan pertumbuhan bulanan selama delapan bulan berturut-turut, ditopang oleh stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Phintraco memperkirakan tren penjualan ritel pada periode Januari–Maret 2026 berpotensi kembali meningkat. Hal ini sejalan dengan naiknya Indeks Keyakinan Konsumen pada Januari 2026 serta momentum musiman Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Lebaran.

Dari global, pelaku pasar akan mencermati data inflasi China Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 0,5% YoY dari 0,8% pada Desember 2025.

Sedangkan dari Amerika Serikat, akan dirilis data nonfarm payrolls Januari 2026 yang diproyeksikan bertambah 40 ribu tenaga kerja, turun dari 50 ribu pada Desember 2025. Tingkat pengangguran AS juga diperkirakan naik menjadi 4,5% dari 4,4%.

Pada perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX).

Topik:

ihsg indeks saham